Oknum Direktur BNBP Mangkir dari Panggilan Kejati Sulut

Direktur Tanggap Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) berinisial JT, mangkir dari pemeriksaan Kejati Sulut.

Oknum Direktur BNBP Mangkir dari Panggilan Kejati Sulut
tribun manado
Tersangka kasus dugaan korupsi pembuatan pemecah ombak di Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, bertambah. Kejati Sulut menetapkan seorang direktur BNPB berinisial JT sebagai tersangka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Tanggap Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) berinisial JT, mangkir dari pemeriksaan Kejati Sulut.

JT merupakan satu di antara tersangka dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut Yoni E Mallaka mengatakan, JT beralasan ada tugas di Jakarta.

"Surat dari kuasan hukumnya mengatakan jika JT tidak menghadiri pemeriksaan hari ini karena sedang ada tugas," kata Mallaka.

Kejati Sulut harus menyusun ulang jadwal pemeriksaan JT. "Kita akan susun lagi jadwalnya," ucap Mallaka.

Selanjutnya, Mallaka berharap JT bisa bersifat kooperatif dan menghadiri panggilan pemeriksaan.

"Karena kalau tidak hadir bisa dijemput paksa," kata Mallaka.

Sebelumnya, Mallaka mengatakan, JT ditetapkan tersangka karena menyalahgunakan wewenangnya dalam pencairan dana proyek pemecah ombak di Likupang.

JT adalah orang yang berperan dalam mencairkan dana Rp 15 miliar pada proyek pemecah ombak di Kabupaten Mitra.

Padahal, JT tahu bahwa di daerah tersebut tidak berpotensi bencana.

Pada sidang dugaan korupsi pemecah ombak Likupang di Pengadilan Negeri Manado, Selasa (27/2/2017) lalu, terungkap ada ada 10 proposal yang diajukan ke kantor BNPB di Jakarta.

Menurut Leddy Giroth, saksi sidang saat itu, Bupati Minahasa Utara Vonnie Anneke Panambunan meminta agar proposal itu diserahkan ke Junjungan Tambunan. (nielton durado)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help