Mantan Agen Rusia Terbunuh di Inggris, Racun Saraf Novichok Jadi Perbincangan

Perdana Menteri Inggris Theresa May sudah mengatakan, Rusia kemungkinan berada

Mantan Agen Rusia Terbunuh di Inggris, Racun Saraf Novichok Jadi Perbincangan
kompas.com
Sergei Kripal (kiri) dinyatakan bersalah karena menyerahkan identitas para agen intelijen Rusia yang sedang beroperasi di Eropa kepada Dinas Intelijen Rahasia Inggris, MI6. Foto kanan: Yulia Skripal, putri Sergei Skripal. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOSKWA - Perdana Menteri Inggris Theresa May sudah mengatakan, Rusia kemungkinan berada di balik serangan terhadap mantan mata-mata bernama Sergei Skripal.

Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah bangku di Salisbury pekan lalu (4/3/2018).

Dalam tubuh mereka berdua, dinas intelijen Inggris menyatakan telah menemukan racun berjenis Novichok.

Diberitakan BBC Senin (12/3/2018), berikut penjelasan Novichok, racun saraf yang diklaim paling mematikan.

1. Dikembangkan di Era Uni Soviet 

Novichok, yang berarti "pendatang baru" dalam bahasa Rusia, dikembangkan pada masa Uni Soviet pada 1970-an.

Senjata kimia generasi keempat itu dikembangkan secara rahasia, dan diberi kode program "Foliant".

Pada 1999, pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) terbang ke Uzbekistan untuk membantu perlucutan fasilitas uji coba senjata kimia terbesar yang dipunyai Soviet di sana.

Dalam pengakuan pejabat tersebut, Soviet menggunakan fasilitas itu untuk mencoba Novichok dalam skala kecil.

Racun tersebut didesain untuk mengelabuhi deteksi yang dilakukan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato).

Halaman
123
Tags
Rusia
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help