Cerita di Balik Megaproyek Bendungan Kuwil: Gubernur Sebut Leluhurnya

Banyak cerita di balik pengerjaan megaproyek Waduk Kuwil, di Desa Kawangkoan-Kuwil, Kecamatan Kalawat, Minut.

Cerita di Balik Megaproyek Bendungan Kuwil: Gubernur Sebut Leluhurnya
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Pemindahan ratusan kuburan di Desa Kawangkoan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banyak cerita di balik pengerjaan megaproyek Waduk Kuwil, di Desa Kawangkoan-Kuwil, Kecamatan Kalawat, Minut.

Kejadian unik sempat terjadi saat ritual pemindahan waruga (kuburan kuno suku Minahasa) di Kuwil, akhir tahun lalu.
Kala itu, leluhur melalui kaampetan (mediator) meminta agar ‘hukum besar’ ikut membantu proses pemindahan waruga.
‘Hukum besar’ yang dimaksud adalah Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

"Kami sangat berterima kasih jika ‘hukum besar’ ikut juga terlibat memikul dan memindahkan waruga, karena leluhur ‘hukum besar’ adalah salah satu leluhur di sini," kata Kaampet Daud Toreh dengan bahasa Tombulu yang diterjemahkan Herry Welang.

Keluarga Olly memang berasal dari Desa Kawangkoan yang berbatasan dengan Kuwil. Leluhur lantas berpesan agar pemindahan waruga harus dilakukan baik dan benar.
"Atur yang rapih, jangan terlalu berhimpitan, yang masih dikenali nama mereka diletakan bersama. Sedangkan yang tidak dikenali dikelompokan bersama," pesan para leluhur melalui Kaampetan.
Prosesi itu adalah ketiga kalinya. Dua prosesi sebelumnya tidak direstui leluhur. Waruga, peninggalan bersejarah itu harus tergusur demi pembangunan waduk. Ke-60 waruga yang dipindahkan itu, nasibnya masih lebih mujur.

Beberapa waruga lainnya dirusak. Wilayah Kuwil memang banyak dipenuhi waruga. Waruga memenuhi wilayah perbatasan kedua desa, tempat proyek waduk Kuwil dikerjakan.
Menurut peneliti asal Belanda CT Berling, waruga di Kuwil sangat tua. Sebut dia, waruga di Kuwil khas. Motif-motifnya sarat makna.
"Itu penanda dari eksistensi suku Tonsea," ujar dia.
Adanya waruga di sekitaran sungai Kuwil juga disebut penanda dari harmoni dengan alam, juga simbol dari keberlangsungan kehidupan. Selama ini warga setempat menjaga Waruga itu
meski tidak memberlakukannya sebagai tempat keramat.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey membeber, tak ada
yang perlu dipermasalahkan dengan pemindahan waruga tersebut. "Leluhur saya juga ada di sana," kata dia. (art)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help