Alami Tetrapelgia, Stephen Hawking Akhirnya Meninggal Dunia, inikah Penyebabnya ?

Dunia pengetahuan berduka, salah seorang ilmuan besar, Stephen Hawking meninggal dunia.

Alami Tetrapelgia, Stephen Hawking Akhirnya Meninggal Dunia, inikah Penyebabnya ?
Net
Stephen Hawking 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Kabar mengejutkan tentang meninggalnya Stephen Hawking beredar dengan cepat.

Dunia pengetahuan berduka, salah seorang ilmuan besar, Stephen Hawking meninggal dunia, rabu (14/3/2018).

Dilansir dari Wikipedia Indonesia, Stephen Hawking merupakan seorang profesor Lucasian di bidang Matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Stephen Hawking memberikan banyak sumbangsi dalam dunia fisika kuantum, terutama dengan teori-teorinya mengenai kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking.

Salah satu tulisannya adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Dilanris dari wikipedia, Stephen Hawking menyusun sebuah buku The Grand Design bersama Leonard Mladinow.

Meski memiliki keterbatasan fisik, karir Stephen Hawking dalam dunia ilmiah terus berlanjut lebih dari 40 tahun.

Stephen Hawking diketahui mengalami tertrapelgia, yaitu kondisi kelumpuhan akibat  karena sklerosis lateral amiotrofik.

Hawking meninggal di rumahnya di Cambridge pada pagi hari tanggal 14 Maret 2018, menurut seorang juru bicara keluarga.

Hingga kini belum dikonfirmasi kapan jenazah Stephen Hawking akan dimakamkan.

Stephen Hawking diketahui mengalami tetrapelgia sejak muda yang membuatnya harus duduk di kursi roda, namun belum dikonfirmasi mengenai penyebab kematiannya.

Yang pasti keluarga yang ditinggalkan sangat berduka.

Selamat jalan Stephen Hawking, dunia mengenangmu sebagai ilmuan hebat. (TRIBUNMANADO/TRY)

Penulis: Try Sutrisno
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help