Polresta Manado Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis Petani di Tombulu

Polresta Manado menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang petani bernama Allen Kapele

Polresta Manado Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis Petani di Tombulu
Rekonstruksi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Polresta Manado menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang petani bernama Allen Kapele (20) yang terjadi di Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu.

Reka adegan tersebut dilakukan di halaman Mapolresta Manado, Senin (12/3).

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 36 adegan diperagakan oleh pelaku PK (49) warga Kelurahan Desa Rumengkor, Jaga VI, Kecamatan Tombulu.

Mulai dari korban datang ke kebun milik pelaku, lalu terjadi adu mulut antara korban dan pelaku.

Kemudian pelaku menebas leher korban sampai terlepas dari badannya, hingga pelaku mengubur jasad korban.

Perlu diketahui, penangkapan itu berawal saat Tim Macan Polresta Manado mendapat informasi bahwa di perkebunan Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu, telah ditemukan sesosok mayat tanpa kepala yang tertimbun dengan tanah.

Tak menunggu lama, Tim anti bandit Polresta Manado ini langsung bergerak kelokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian salah satu anggota Tim mendapat informasi bahwa pelaku akan segera menyerahkan diri di Polsek Tombulu.

Sebelum membunuh korban, keduanya sempat beradu mulut karena pelaku menuding korban sering mencuri ternak piaraannya.

Pelaku yang saat itu sedang memegang senjata tajam (sajam) jenis parang, langsung menebas leher korban hingga kepala korban putus.

Setelah itu pelaku menenteng kepala korban dan membuangnya di tempat pembakaran gula aren.

Sementara badan korban di bungkus oleh pelaku dengan terpal selanjutnya dikubur di area perkebunan tersebut.

Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara saat dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 36 adegan yang diperagakan oleh pelaku dan pada adegan ke 13 pelaku menebas leher korban hingga putus.

"Rekontruksi digelar untuk melengkapi penyidikan dan keperluan saat persidangan nanti. Agar jaksa penuntut umum (JPU) bisa lebih mengetahui cara pelaku membunuh korban," pungkas Kumara.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help