Musuh Lain Kevin/Marcus di All England: Aturan Baru Servis

Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon akan menjalani misi mempertahankan titel All England pada pekan ini.

Musuh Lain Kevin/Marcus di All England: Aturan Baru Servis
google
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon akan menjalani misi mempertahankan titel All England pada pekan ini. Selain rival-rivalnya di seberang net, Kevin/Marcus bakal menghadapi musuh lainnya berupa aturan anyar servis di dunia bulutangkis.

Kevin/Marcus berhasil memenangi All England musim lalu dan prestasi mereka sejak itu terus melejit. Kini Kevin/Marcus adalah ganda putra terbaik di dunia dan berhak atas posisi nomor satu dalam daftar peringkat BWF.

Menghadapi All England pekan ini, Kevin/Marcus tak hanya mempersiapkan diri dan mempelajari gaya bermain lawan, melainkan juga memahami dan beradaptasi dengan aturan servis baru. Aturan servis baru menyatakan batas servis adalah 115 cm dari permukaan lapangan.

Dalam Jerman Terbuka pekan lalu, banyak pelanggaran yang dianggap dilakukan oleh para pemain saat melakukan servis. Hasilnya, poin pun bertambah untuk lawan.

"Ini merugikan untuk semua pemain, khususnya ganda. Kita harus mencari solusinya, jangan sampai terlalu lama menyalahkan aturan baru ini. Aturan ini harus dijalani dan kita harus beradaptasi."

"Fajar (Alfian) servisnya aman dari babak pertama hingga semifinal di Jerman Terbuka. Namun kemudian di final terkena service fault sebanyak lima kali. Saya lihat posisi servisnya sama, tingginya sama, semuanya sama, hanya beda hakim servis yang bertugas," kata pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi seperti dikutip dari rilis PBSI.

Dengan Kevin/Marcus tak bermain di Jerman Terbuka, Herry IP sudah mengantisipasi hal tersebut dengan mendatangkan hakim servis ke pelatnas Cipayung untuk mengawasi servis Kevin/Marcus selama latihan.

"Bila servis Kevin/Marcus aman, saya rasa tidak terlalu ada kendala di All England. Sebelum berangkat ke Jerman, kami sudah tiga kali mendatangkan hakim servis ke pelatnas untuk menilai servis Kevin/Marcus dan hasilnya aman. Marcus 1-2 kali fault dan hal itu masih normal karena sebelumnya mereka juga terkena 1-2 fault, terutama Kevin."

"Dalam persiapan, hakim servis juga menyatakan servis Kevin tidak ada masalah, namun kita lihat saja kenyataan di pertandingan sesungguhnya," ujar Herry.

Herry sendiri menyayangkan penerapan aturan baru servis tidak dilengkapi alat kontrol yang canggih.

"Jadi yang menentukan itu hakim servis, dan peluang terjadinya human error juga besar. Kalau perlu ada hawk eye, jadi bila dinyatakan salah, pemain bisa melakukan challenge dengan bukti yang jelas karena ada rekaman, otentik, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini nantinya bisa lebih adil (bagi semua pemain)."

"Kalau sekarang hanya penilaian sesaat saja, yang tahu hanya hakim servis dan Tuhan. Keputusan itu mutlak dan tak bisa diprotes," ucap Herry. 

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help