Cerita Para Suporter Persma Era 90-an, Doa untuk Tim Kesayangan Tiap Ibadah Minggu

Tak berlebihan kiranya menyebut Persma sebagai napas hidup warga Manado di era akhir 90 an.

Cerita Para Suporter Persma Era 90-an, Doa untuk Tim Kesayangan Tiap Ibadah Minggu
persma

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak berlebihan kiranya menyebut Persma sebagai napas hidup warga Manado di era akhir 90 an.

Ya, Persma ada dalam semua aspek kehidupan warga Manado, dari budaya, politik bahkan agama.
Nama Persma turut disebut Pendeta dalam doa syafaat pada ibadah minggu.

"Persma selalu didoakan khusus di Gereja setiap akan bertanding," ujar Roly Rondonuwu, warga Kelurahan Bumi Beringin Manado, pada Selasa (13/3/2018).

Sebut Roly, doa untuk Persma juga bergema di kantin pembangunan untuk pencarian dana jemaat.

Nama Persma juga kerap disebut dalam request doa dalam acara rohani di sebuah radio.

"Bisa dibilang di doa warga Manado nama Persma disebut," kata dia.

Antusiasme warga Manado akan Persma Manado juga tidak dibatasi dengan kemiskinan yang mendera
warga ketika itu sebagai dampak dari krisis ekonomi tahun 1998.

Berbagai cara dilakukan warga agar bisa memperoleh tiket nonton yang kala itu berkisar 5.000 an, plus camu-camu.

"Kalau saya dulu jual ayam jago, demi nonton Persma, biarpun harus bertengkar dengan istri, karena kami kala itu sudah tak punya uang sama sekali," ujar Abubakar Bulotio salah satu warga.

Persma juga merasuk dalam budaya pop kala itu.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help