BI Terus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Bank Indonesia secara konsisten dan berhati-hati merespons dinamika pergerakan nilai tukar Rupiah yang sedang berlangsung

BI Terus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
afp
Agus Martowardoyo 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan konsisten dan berhati-hati. untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga, sehingga keberlangsungan pemulihan ekonomi dapat berlanjut.

"Bank Indonesia senantiasa menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia secara konsisten dan berhati-hati merespons dinamika pergerakan nilai tukar Rupiah yang sedang berlangsung untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga, sehingga keberlangsungan pemulihan ekonomi dapat berlanjut," ujar Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo yang disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Agusman dalam siaran persnya, Selasa (13/3/2018).

Respons Bank Indonesia ditempuh untuk mengelola dan menjaga fluktuasi (volatilitas) nilai tukar Rupiah agar tetap sejalan dengan kondisi fundamental makroekonomi domestik, dengan jugay memperhatikan dinamika pergerakan mata uang negara lain.

Dengan perekonomian Indonesia yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global, dinamika nilai tukar rupiah saat ini merupakan dampak langsung dari kondisi ekonomi global yang terus mengalami pergeseran.

Kebijakan moneter global saat ini, khususnya di Amerika Serikat (AS), tengah memasuki era peningkatan suku bunga dan rezim kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Dampak dari kebijakan ekonomi AS tersebut berpengaruh terhadap perekonomian di seluruh negara, termasuk Indonesia, yang antara lain tercermin pada dinamika pergerakan mata uang negara-negara di dunia.

Namun demikian, pihaknya meyakini dengan ketahanan perekonomian Indonesia saat ini, yang didukung oleh jalinan koordinasi BI dan pemerintah yang semakin kuat, perekonomian Indonesia mampu menghadapi tantangan dari berbagai pergeseran ekonomi global tersebut.

Berbagai indikator telah mencerminkan perbaikan ketahanan ekonomi Indonesia, yaitu

Inflasi dalam tiga tahun terakhir terus menurun dan senantiasa dapat dijaga pada kisaran sasarannya. Inflasi sampai dengan Februari 2018 tetap terkendali sebesar 0,79 persen (ytd) dan 3,18 persen (yoy). Sampai dengan akhir tahun 2018, inflasi diperkirakan akan berada pada kisaran sasaran sebesar 3,5± 1 persen.

Defisit neraca transaksi berjalan semakin menurun dan berada dalam tingkat yang sehat sebesar 1,7 persen dari PDB pada tahun 2017.

Halaman
12
Penulis: Herviansyah
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved