Takut Ditinggal Suami Bikin Drama Penculikan, Kini IRT Cantik di Manado Ini Harus Dipenjara

Seorang ibu rumah tangga berinisial CW (26), warga Manado, meminta maaf karena sudah membuat laporan palsu terkait penculikan terhadap dirinya.

Takut Ditinggal Suami Bikin Drama Penculikan, Kini IRT Cantik di Manado Ini Harus Dipenjara
TRIBUN MANADO/HANDHIKA DAWANGI
CW (26) saat berada di Mapolresta Manado, Senin (12/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang ibu rumah tangga berinisial CW (26), warga Manado, meminta maaf karena sudah membuat laporan palsu terkait penculikan terhadap dirinya.

"Dalam hal ini saya ingin meminta maaf kepada kepolisian republik Indonesia, Polda Sulut, Polresta Manado, karena saya sudah meresahkan membuat laporan palsu. Saya juga minta maaf kepada masyarakat Kota Manado karena dalam perbuatan saya membuat masyarakat resah. Saya juga meminta maaf kepada suami saya orangtua saya, mertua saya karena perbuatan saya, membuat resah," ujar CW kepada TribunManado.co.id, Senin (12/3/2018) sore saat ditemui di Mapolresta Manado.

CW mengaku telah membuat laporan palsu di Polda Sulut terkait penculikan.

Dan saat diculik dia sedang hamil.

Baca: (VIDEO) Astaga! Pura-pura Hamil, IRT Cantik di Manado Bikin Drama Penculikan Dirinya Sendiri

"Saya membuat laporan palsu karena saya takut suami saya akan meninggalkan saya. Saya takut mengecewakan mereka. Saya berbohong bahwa saya hami. Tetapi tidak seperti itu. Sudah menikah hampir empat bulan. Saya merekayasa saya hamil lalu diculik sehingga akan terjadi keguguran," ujar CW.

Laporan polisi mengenai penculikan dibuat oleh CW pada Jumat pekan lalu di Polda Sulut.

"Laporan tersebut ditanggapi Tim Manguni Polda Sulut dan buser Polresta Manado dengan melakukan tindakan pengejaran terhadap informasi tersebut," ujar Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara pada jumpa pers, Senin (12/3/2018).

Selama 1x24 jam korban ditemukan di satu rumah sakit di Manado dan diinterogasi.

CW (26) saat berada di Mapolresta Manado, Senin (12/3/2018).
CW (26) saat berada di Mapolresta Manado, Senin (12/3/2018). (TRIBUN MANADO/HANDHIKA DAWANGI)

"Namun yang didapat bahwa ternyata ada beberapa kejanggalan. Selanjutnya kita lakukan interogasi kepada saksi-saksi yang ada dan ternyata laporan tersebut laporan palsu atau direkayasa," ujar Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara.

CW terancam hukuman satu tahun penjara karena melanggar pasal 220 KUHP. (Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help