Pesan Moral dan Menyentuh Hati dari 2 Anak Sekolah

Kisah yang dialami Penyelenggara Kristen Kemenag Bolmong Effert Dodolang saat menceritakannya kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (9/3/2018).

Pesan Moral dan Menyentuh Hati dari 2 Anak Sekolah
kompasiana.com
Pesan Moral 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Pada suatu kesempatan sambil menikmati makan siang tiba-tiba dua anak yang masih berseragam menghampiri lalu menjabat dan mencium tangan Effert Dodolang.

Itu merupakan kisah yang dialami Penyelenggara Kristen Kemenag Bolmong Effert Dodolang saat menceritakannya kepada Tribunmanado.co.id, Jumat (9/3/2018).

Ia mengaku kaget sekaligus kagum melihat sikap dan cara kedua anak tersebut yang menunjukkan paham dan pesan moral yang sangat menyentuh hati.

"Di tengah persoalan dan pergumulan bangsa merajut dan membingkai kerukunan dalam perbedaan, sudah saatnya bangsa ini harus berefleksi dari sikap kedua anak ini," kisahnya.

Menurut Pendeta Effert, ini bukan sekedar persoalan prilaku mencium tangan (salim) merupakan tradisi keagamaan atau tradisi masyarakat yang berbudaya.

Mencium tangan biasanya dilakukan kepada orang yang dihormati, oleh yang muda kepada yang tua, murid kepada gurunya, atau istri kepada suami.

Namun yang terpenting, lanjut Effert Dodolang ada pesan moral yang luhur dari anak-anak ini dan patut dicontohi dalam merajut dan membingkai kerukunan di Indonesia khususnya di Bolmong.

"Saya percaya semesta dapat mengajarkan kita apapun yang positif melalui media apapun, termasuk anak-anak yang lugu dan polos. Kita harus belajar banyak dari anak-anak kita hal-hal baik," ungkap Pendeta Effert.

Disadari atau tidak, mereka mungkin saja sedang menawarkan kepada kita nilai kehidupan yang hakiki.

"Mereka tidak mengenal siapa yang dihampiri, apa agamanya, berasal dari mana atau apa sukunya. Semuanya tak menjadi sekat bagi mereka. Inilah salah satu contoh nyata kehidupan yang tidak memandang ajarannya lebih benar atau lebih baik," imbuhnya.

Dari pengalamannya, ia merasa harus belajar menempatkan diri secara biasa-biasa saja, tidak ekslusif sehingga tak perlu menggeser atau mengambil posisi yang lain.

"Berperanlah sesuai peran masing-masing dengan kesantunan agar dapat membangun perbedaan. Itulah sebabnya dalam Injil tersurat; Biarkanlah anak-anak itu jangan menghalang-halangi karena mereka yang empunya Kerajaan Sorga. Siapa yang mau besar hendaklah ia menjadi kecil," kata Effert Dodolang. (Tribun Manado/Maickel Karundeng)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help