Pemerintah Desa Bilalang II Cari Teknologi Kelola Kemiri

Pemerintah Desa Bilalang II, mencari solusi mengelola kemiri dengan mengandalkan teknologi selain mengandalkan cara tradisional

Pemerintah Desa Bilalang II Cari Teknologi Kelola Kemiri
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Salah satu masyarakat yang sedang menjemur kemiri 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

KOTAMOBAGU,TRIBUNMANADO.CO.ID - Hampir 80 pesen masyarakat Desa Bilalang II, Kecamatan Kotamobagu Utara, sebagai petani.

Hasil alam utama ada pada tanaman kemiri, namun pengelolaan masyarakat setempat masih tergolong tradisional. Maka pemerintah desa cari solusi kelola kemiri.

"Kami sementara mencari solusi, bagaimana mengolah kemiri jadi produk siap dipakai. Karena sampai sekarang kegunaannya masih sebagai bumbu dapur," ujar Djafar Mokoagow, Sekretaris Desa Bilalang II, Kamis (8/3/2018).

Kata dia, perkebunan kemiri di desa Bilalang bersatu, tergolong banyak. Maka bisa dikatakan sebagai penghasil kemiri terbesar di Bolmong Raya. Tanaman ini rata-rata telah di tanam sejak puluhan tahun.

Tanaman Kemiri bisa menjadi lebih baik dari kopi, asalnya adanya teknologi mengelolah jadi bahan lebih baik seperti menjadi bahan kosmetik atau lainnya. Jumlah kepala keluarga (KK) di desa Bilalang kurang lebih 500.

Kepala Urusan Kemasyarakatan (Kaur), S Mokoginta mengatakan, waktu lalu sudah ada bantuan Pemerintah, mesin penghancur kemiri untuk memisahkan daging dan kulit, namun tidak dipakai, karena mengurangi kualitas.

"Daging dan kulit hancur sekalian, hingga menurunkan kualitas kemiri. Maka alat ini tidak lagi dipakai, masyarakat lebih memilih alat tradisional," ujar S Makoginta.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved