Investor China Lirik Nenas Kotamobagu, Ini Komentar Pjs Wali Kota Rudi Mokoginta

Investor asal Guangzhou, Tiongkok, tertarik berinvestasi di Bolmong Raya. Ketertarikan investor asal Guangzhou ini pada bidang pertanian nenas.

Investor China Lirik Nenas Kotamobagu, Ini Komentar Pjs Wali Kota Rudi Mokoginta
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Desa Lobong, Bolmong, penghasil buah nanas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Investor asal Guangzhou, Tiongkok, tertarik berinvestasi di Bolmong Raya. Ketertarikan investor asal Guangzhou ini pada bidang pertanian nenas.

Wu Yong Hui, investor dari Guangzhou mengatakan, rencana akan berinvestasi untuk nenas di desa Lobong, Bolmong. "Kami akan lihat, jika besar lahannya pasti akan berinvestasi di sini.

Menurutnya, mereka sangat serius ingin berinvestasi di Bolmong Raya. Sehingga dari bandara Sam Ratulangi, Manado langsung ke sini.

Pjs Wali Kota Kotamobagu, Muhammad Rudi Mokoginta, mengatakan, investor serius, maka Pemerintah Kotamobagu juga lebih serius.

Rencananya, investor akan berinvestasi di bidang Pertanian dan perikanan, yakni tanaman nenas, kelapa dan ikan. Langkah ke depan, investor akan melakukan studi kelayakan kualitas nenas serta mengecek besar lahan di Bolmong Raya.

"Kami dengar dari mantan Kadis Pertanian Bolmong, jumlah nenas yang ditanam sekarang 30 ribu, ada cadangan 10 ribu," ujar Rudi Mokoginta.

Kata Rudi, ini industri besar bukan home industri, jadi perlu lahan luas. Rencana hasil produksi nenas akan dikalengkan.

"Jadi lahan di Bolmong, kantornya di Kotamobagu. Maka kami sudah menyediakan lahan untuk pembangunan," ujar dia lagi. Kopi Bilalang

Rudi Mokoginta, meresmikan penggunaan mesin olah kopi di Kelurahan Bilalang, Kotamobagu Utara.
Bantuan mesin olah kopi diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, kepada kelompok tani Bangelo, Bubungayo dan Sumayat.

"Saya harapkan dengan adanya mesin pengelolah kopi, produksi kopi di desa ini lebih ditingkatkan," ujar Pjs Muhammad Rudi Mokoginta.

Jumlah produksi rata-rata kopi di Kotamobagu mencapai 150 ton per tahun, dengan luas lahan mencapai 290 hektare.

Soekowardojo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara mengatakan, bantuan ini diberikan kepada petani, agar mendorong perekonomian di desa. (ven)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help