Kuasa Hukum Terdakwa Dugaan Korupsi RSJ Ratumbuysang Tuding Saksi Berbohong

Jeverson Petonengan, kuasa hukum David Liando, menuding saksi Fransiska Rumagit telah memberikan keterangan palsu.

Kuasa Hukum Terdakwa Dugaan Korupsi RSJ Ratumbuysang Tuding Saksi Berbohong
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Bangunan RSJ Prof Dr VL Ratumbuysang di Sario Manado yang tak selesai. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jeverson Petonengan, kuasa hukum David Liando, menuding saksi Fransiska Rumagit telah memberikan keterangan palsu.

Jeverson menyampaikan tudingan itu pada pada sidang kasus dugaan korupsi RSJ Prof VL Ratumbuysang tahap dua pada tahun 2015, Senin (5/3/2018).

Fransiska mengiyakan saat ditanya soal apakah pada tahap pertama pembangunan gedung rumah sakit, saksi mendapat tuntutan ganti rugi (TGR) dan mengembalikan dengan uang.

Namun, pada akhirnya ia mengakui bahwa TGR sebesar Rp 10 Juta ternyata pengembaliannya berasal dari uang Direktur Utama RSJ Prov VL Ratumbuysang kala itu, yakni Jemmy Lampus.

"Uang itu saya pinjam (dari Jemmy Lampus) dan sudah dikembalikan,'' kata Fransiska, konsultan pada pembangunan RSJ Ratumbuysang tahap pertama dan kedua..

Fransiska mengaku meminjam uang itu dari Jemmy Lampus, setelah terdakwa Vanda Jocom mengungkapkan di persidangan bahwa TGR dari Fransiska bukan disetor langsung oleh Fransiska ke Bank Sulut.

“Uang pengembalian TGR berasal dari Jemmy Lampus, dan saya sendiri yang menyetorkannya ke Bank Sulut, bukan Fransiska,'' tegas Vanda.

Keterangan lainnya yang sempat menjadi perdebatan di persidangan, yakni soal gambar perencanaan pembangunan rumah sakit.

Menurut Fransiska, gambar telah dikonsultasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, meski akhirnya tak dilegalkan sebab tak dilibatkan sejak awal.

Namun menurut Vanda, dari keterangan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, Fransiska tak pernah berkonsultasi atau bertemu langsung.

Halaman
12
Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help