Rupiah Tak Bertenaga di Hadapan Valuta Regional

Rupiah bukan cuma loyo di depan dollar Amerika Serikat (AS). Dua bulan terakhir, nilai tukar mata uang Garuda

Rupiah Tak Bertenaga di Hadapan Valuta Regional
tribunnews
Mata uang rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rupiah bukan cuma loyo di depan dollar Amerika Serikat (AS). Dua bulan terakhir, nilai tukar mata uang Garuda ini juga tertunduk lesu di hadapan sejumlah valuta regional.

Per akhir pekan lalu, rupiah turun 1,49% sejak awal tahun terhadap dollar AS. Terhadap euro, rupiah anjlok 4,11%.

Di periode yang sama, rupiah juga terkoreksi sekitar 2,72% terhadap dollar Singapura, merosot 5,20% di hadapan ringgit Malaysia dan terseok 5,10% melawan baht Thailand.

Bahkan dalam setahun terakhir, rupiah anjlok lebih dalam lagi.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra menilai, sentimen eksternal menjadi pemicu utama kejatuhan rupiah tahun ini. Selain isu bunga The Fed, rupiah terpapar sentimen kebijakan pengetatan moneter bank Sentral Eropa.

Dari Asia, ada sentimen pengurangan pembelian obligasi US Treasury oleh China dan Jepang, serta kenaikan bunga acuan Malaysia.

“Kebijakan ekonomi seperti ini biasanya mempengaruhi mata uang negara yang memiliki kepentingan,” kata Putu, Jumat (2/3).

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menambahkan, pada umumnya mata uang sensitif ketika mendapatkan sentimen berupa kebijakan ekonomi, baik moneter maupun fiskal.

Kebijakan ekonomi sejumlah negara tadi sebenarnya bentuk reaksi terhadap pemulihan ekonomi AS.

Jadi, isu yang berhubungan dengan perkembangan ekonomi AS masih menjadi fokus utama pasar global di tahun ini.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help