Rupiah Tak Kuat Terhadap Dollar AS, BI Bicara Cadangan Devisa hingga Inflasi

Nilai tukar rupiah masih tak kuat uji nyali menghadapi dollar Amerika Serikat (AS).

Rupiah Tak Kuat Terhadap Dollar AS, BI Bicara Cadangan Devisa hingga Inflasi
afp
rupiah dan dollar AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah masih tak kuat uji nyali menghadapi dollar Amerika Serikat (AS).

Kamis (1/3), kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar rupiah di Rp 13.793 per dollar AS, melemah 0,63% ketimbang posisi kemarin.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, nilai tukar rupiah ini sudah di luar fundamentalnya. Sebab, menurut BI, ada banyak variabel ekonomi domestik yang positif.

Oleh karena itu, menurut Doddy, dalam pelemahan rupiah ini, BI aktif melakukan intervensi di pasar. Namun demikian, volume yang dikerahkan BI untuk mengintervensi ini tidak bisa dilihat dari jumlah cadangan devisa ke depannya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dua dari kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad (kiri ke kanan) memberikan penjelasan terkait akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/5). Pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan. Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 18-05-2017
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dua dari kanan) didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad (kiri ke kanan) memberikan penjelasan terkait akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/5). Pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang akses informasi keuangan. Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 18-05-2017 (RADITYA HELABUMI)

“Januari 2018 ini cadangan devisa US$ 132 miliar. Jangan ambil kesimpulan dari angka cadev ke depannya. Misalnya naik US$ 10 miliar, artinya BI intervensi segitu. Tidak bisa begitu juga,” ujar dia di Gedung BI, Jakarta, Kamis (1/3).

Doddy melanjutkan, cadev sendiri memiliki banyak variabel. Sebut saya, pembayaran utang, penerimaan ekspor migas, lalu penerimaan dari lelang utang seperti green global sukuk yang US$ 3 miliar beberapa hari lalu itu.

“Itu juga jadi faktor penentu cadev. Jadi tak menggambarkan besar kecilnya intervensi,” katanya.

Ia menambahkan, BI akan terus mencermati perkembangan penguatan dolar AS dengan cadev yang cukup untuk membiayai intervensi apabila ada tekanan yang terjadi

"Kami siap stabilisasi dan intervensi. Setiap tekanan yang terjadi, sampai sekarang, hari ini masih ada tekanan pada pagi ini, BI ada di pasar," ucapnya.

Volatilias rupiah 8,3%

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help