China-AS Perang Dagang, Rupiah Kena Tumbal Rupiah lalu Terdegradasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa nilai tukar rupiah yang terdegradasi.

China-AS Perang Dagang, Rupiah Kena Tumbal Rupiah lalu Terdegradasi
tribunnews
Mata uang rupiah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa nilai tukar rupiah yang terdegradasi (melemah) belakangan ini belum mengkhawatirkan.

Pada Jumat (2/3/2018), kurs tengah BI menunjukkan nilai tukar rupiah di Rp 13.746 per dollar AS.

Hal ini mengingat bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia tidak memiliki persoalan. Hanya saja, ada pemicu dari pidato Jerome Powell yang membuat pasar beranggapan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali, bahkan empat kali di tahun ini.

Tekanan melonggar, kurs rupiah menguat tipis.

“Powell ngomong begini, ngomong begitu, menaikkan empat kali, belum tentu sebenarnya, tetapi kan orang udah mulai pasang kuda-kuda. Nanti akan tenang lagi,” kata Darmin di kantornya, Jumat (2/3).

Darmin bilang, persepsi di pasar ini juga bukan sesuatu yang akan membuat gejolak.

“Memang ada pengaruh terhadap ekspektasi orang yang punya duit, tapi tidak akan melahirkan gejolak, mungkin akan naikkan 0,25 di sana. Ada pengaruhnya, tapi nanti reda lagi,” ucapnya.

“Kalau dinaikkan (suku bunga The Fed) ya nanti ada riak-riak sedikit, bukan gejolak lah,” lanjutnya.

Terpisah, Deputi Gubernur BI Senior Mirza Adityaswara mengatakan bahwa level nilai tukar yang mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya berada di kisaran level Rp 13.200 hingga Rp 13.300 per dollar AS

“Ya, sebenarnya waktu trading di level Rp 13.200 hingga Rp 13.300 per dollar AS adalah level yang cocok,” ujarnya di Gedung BI.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help