Home »

Bisnis

» Mikro

Nilai Tukar Petani Turun pada Februari 2018, Begini Penjelasannya

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) nasional Februari 2018 sebesar 102,33.

Nilai Tukar Petani Turun pada Februari 2018, Begini Penjelasannya
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Petani bajak sawah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) nasional Februari 2018 sebesar 102,33 atau turun 0,57% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani turun 0,20%, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,38%.

“Penurunan NTP ini disebabkan indeks harga hasil produksi pertanuan mengalami penurunan sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan,” kata dia di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/3). 

Suhariyanto menyebutkan, penurunan NTP Februari 2018 dipengaruhi oleh turunnya NTP pada subsektor tanaman pangan 1,22%, subsektor hortikultura 0,69%, subsektor peternakan 0,46%, sedangkan subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor perikanan naik masing-masing 0,23% dan 0,39%.

Pada bulan lalu NTP Nusa Tenggara Barat turun 1,66% dibandingkan penurunan NTP provinsi lain. Sebaliknya, NTP Riau naik tertinggi sebesar 1,16% dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.

BPS juga mencatat bahwa pada Februari 2018 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,43% disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun indeks konsumsi rumah tangga (IKRT), terutama kelompok bahan makanan.

“Harga beras medium Februari 2018 di penggilingan sebesar Rp 10.215 per kg, naik 0,37% dibanding Januari 2018,” ujarnya.

Adapun Nilai tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2018 sebesar 112,11 atau turun 0,50% dibandingkan bulan sebelumnya. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help