Indonesia Perlu Ikuti, Pria Ini Dihukum 572 Tahun Penjara usai Lecehkan 18 Anak

Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman 572 tahun penjara kepada pelaku penganiayaan dan pelecehan seks

Indonesia Perlu Ikuti, Pria Ini Dihukum 572 Tahun Penjara usai Lecehkan 18 Anak
afp
Pedofil 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ISLAMABAD - Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman 572 tahun penjara kepada pelaku penganiayaan dan pelecehan seks kepada 18 anak laki-laki.

Pelaku yang merupakan petugas kebersihan di sebuah sekolah terbukti bersalah atas kejahatan berlapis setelah melecehkan dan memperkosa belasan siswa di tempatnya bekerja.

Pengadilan Provinsi Adiyaman menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, 30 tahun untuk masing-masing anak yang menjadi korbannya. Sehingga total hukuman penjara yang harus dijalani terdakwa adalah 540 tahun.

Selain itu, terdakwa juga mendapat tambahan hukuman 32 tahun penjara aats tuduhan merebut kebebasan seseorang, bertindak cabul, dan pemerasan.

Total hukuman yang harus dijalani terdakwa berusia 32 tahun itu menjadi 571 tahun, 11 bulan dan 25 hari. Demikian dilaporkan surat kabar Hurriyet dilansir AFP.

Pelaku pedofil itu diketahui telah bekerja di sebuah sekolah pendidikan keagamaan sejak 2012 dan mulai tinggal di sekolah antara 2013 hingga 2015.

Menurut laporan Hurriyet, pelaku telah melakukan kekerasan secara fisik kepada para korbannya, memukul mereka, memaksa mereka menonton filom porno, merokok, dan mengancam mereka.

Kasus pelecehan seksual dengan korban anak-anak tengah menjadi perhatian masyarakat Turki. Pemerintah Ankara menanggapi dengan membentuk komisi khusus dengan melibatkan enam menteri.

Kasus pelecehan seksual anak meningkat tajam di Turki, dengan 21.189 kasus yang telah diputuskan pengadilan pada 2016.

Pemerintah kembali mempertimbangkan hukuman kebiri kimia kepada para pelaku kasus pedofilia, hal yang sempat diperkenalkan pada 2016 namun ditangguhkan. *

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Turki Dihukum Penjara 572 Tahun"

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help