Hasil Operasi Pekat di Manado, Remaja Paling Banyak Bawa Sajam

Lebih dari setengahnya, yakni delapan orang, justru remaja yang berusia antara 15-20 tahun. Tiga di antaranya masih pelajar.

Hasil Operasi Pekat di Manado, Remaja Paling Banyak Bawa Sajam
Tribun Manado
Sajam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polresta Manado akan langsung ‘mengangkut’ warga yang kedapatan minum minuman keras dan membawa senjata tajam di jalan.

Patroli tak hanya dilakukan malam, tapi juga siang hari.

"Kami akan terus menggiatkan patroli. Semua jajaran polsek setiap hari, tidak hanya malam hari melainkan siang hari, juga selalu aktif patroli."

Demikian Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara utarakan kepada tribunmanado.co.id, Rabu (28/2/2018).

Patroli tak hanya di jalan-jalan protokol, tapi juga jalan hingga lorong-lorong di Manado.

Kurun 10 Januari hingga 22 Februari 2018, polisi menggaruk 15 warga terkait dengan senjata tajam (sajam).

Mereka diamankan lantaran membawa, menyimpan, ada juga yang menggunakan sajam dan menodongkannya ke warga lain.

Dari 15 warga itu, hanya seorang warga yang berusia di atas 30 tahun tertangkap membawa senjata tajam.

Lebih dari setengahnya, yakni delapan orang, justru remaja yang berusia antara 15-20 tahun. Tiga di antaranya masih pelajar. Enam orang berusia antara 21-30 orang.

Surya mengatakan, tersangka yang membawa sajam terkena pasal 2 ayat (1) UU darurat nomor 12 tahun 1951. Ancaman hukumannya hingga 10 tahun.

Selain 15 orang tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti 14 pisau badik, satu tombak dan 50 dos miras.

Pada jumpa pers yang dilaksanakan Polresta Manado dihadiri oleh Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito, Senin (26/2/2018), seorang tersangka mengaku membawa senjata tajam hanya untuk jaga-jaga.

Psikolog Elis Ratnawati, Selasa (22/1/2018), mengatakan, remaja masih mencari jati diri, namun dalam prosesnya, ada kecenderungan menyimpang.

Hal tersebut bisa jadi pengaruh lingkungan, kurangnya perhatian dari orangtua, dan pengaruh informasi yang saat ini mudah didapat dari smartphone.

Sehingga ketika terjadi perselisihan dikehidupan nyata untuk memeroleh pengakuan langsung melakukan tindakan menggunakan sajam. (handhika dawangi)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help