Facial Vampir, Kok Bisa Populer di Kalangan Perempuan?

Semua orang menginginkan perawatan itu. Klinik-klinik mulai menawarkannya sehingga mendulang keuntungan besar

Facial Vampir, Kok Bisa Populer di Kalangan Perempuan?
net/twitter/instagram
Kim Kardashian dan Ferne McCann memamerkan wajahnya saat menjalani perawatan facial vampir. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Facial vampir atau lebih dikenal dengan facial PRP (plasma trombosit) telah banyak diperdebatkan semenjak Kim Kardashian menjalani perawatan itu dalam satu episode reality show spin-off “Keeping Up with Kardashians”, “Kim and Kourtney Take Miami”.

Kim pun mem-posting kisah itu pada situs web-nya. Ia mengakui bahwa dirinya menyesal telah menjalani perawatan berdarah tersebut.

"Sangat kasar dan menyakitkan bagiku," ungkapnya.

Facial vampir menjadi perawatan yang ramai diperdebatkan dalam dunia estetika wajah.

"Pada dasarnya perawatan ini mengambil darah dari pasien, memprosesnya dalam mesin sentrifugal (berputar) untuk mengeluarkan plasma - yang mengandung trombosit dan faktor pertumbuhan - kemudian menyuntikkan kembali ke wajah," terang Dr Darren McKeown, spesialis kecantikan dari Glaslow, Skotlandia, seperti dikutip dari The Independent, Rabu (28/02/2018).

"Teorinya, trombosit dan faktor pertumbuhan merangsang penyembuhan yang dari waktu ke waktu meremajakan kulit,” lanjut dia.

“Memang kontroversial, tapi karena hasilnya terbukti maka semakin bertentangan. Beberapa penelitian menunjukkan hasilnya efektif, sementara lainnya menunjukkan tidak berpengaruh sama sekali,” jelas direktur Dr Darren McKeown Aesthetic Medicine Institute itu.

Baca: Klinik dr. Christian Chandra - Aesthetic and Anti Aging, Hanya 30 Menit untuk Menaturalkan Wajah

Dihadirkan dalam reality show, facial vampir langsung menjadi terkenal, yang juga membuat McKeown tercengang.

“Ketika Kim Kardashian mem-posting foto Instagramnya beberapa tahun lalu yang memperlihatkan wajahnya yang bernoda darah selama prosedur tersebut, seluruh dunia menjadi gila,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: maximus conterius
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help