Dosen Unima: Cap Go Merah ala Manado Sudah Bagian Budaya Sulut

Mieke Imbar, Dosen Unima, Rabu (28/2/2018), mengatakan, cap go meh, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek sudah.

Dosen Unima: Cap Go Merah ala Manado Sudah Bagian Budaya Sulut
istimewa
Meike Imbar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mieke Imbar, Dosen Unima,  Rabu (28/2/2018), mengatakan, cap go meh, rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek sudah menjadi bagian dari kebudayaan Sulut.

Selalu ada budaya Manado yang menyertainya seperti adanya permainan alat musik, tari Kabasaran serta hasil budaya lainnya. Dengan demikian akulturasi budaya dapat dilihat dari perayaaan itu.

Sehingga tidak heran perayaan cap go meh di Manado menjadi satu di antara daya tarik pariwisata. Pemerintah daerah kemudian memasukkannya dalam kalender pariwisata tahunan.

Namun demikian percampuran kebudayaan itu hanya sampai perayaannya saja, untuk ritual seperti meminta petunjuk keluarnya tang sin tidak adanya percampuran budaya.

Keluarnya tang sin dalam ritual cap go meh tak bisa sembarangan. Harus ada syarat yang mesti dipenuhi.

Perayaan cap go meh sudah ada sejak ratusan tahun lalu seiring berdirinya klenteng pertama di Manado, yaitu Bang Hing Kiong.

Cap go meh di Manado banyak dirayakan oleh suku Hokkian, sedangkan suku lainnya hanya beberapa saja yang mengikuti. (erv)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help