Taliban akan Jadi Partai Politik dan Ikut Pemilu Afghanistan

Taliban menguasai sekitar 75% wilayah Afghanistan pada 1996 hingga 2001, sebelum ditumbangkan oleh pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika

Taliban akan Jadi Partai Politik dan Ikut Pemilu Afghanistan
Al Arabiya
Pasukan Taliban. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok perlawanan di Afghanistan, Taliban, ditawari menjadi partai politik dan mengikuti pemilihan umum di negara tersebut.

Tawaran ini diajukan oleh Presiden Ashraf Ghani, hari Rabu (28/02), saat menyampaikan pidato di pertemuan regional di ibu kota Kabul, yang membahas kerangka kerja perundingan damai dengan Taliban.

Seperti di lansir bbc, Konferensi ini dihadiri 25 negara, termasuk Indonesia. "Harus ada gencatan senjata, Taliban akan diakui sebagai partai politik dan proses untuk saling percaya akan terwujud," kata Presiden Ghani.

"Kami mengajukan tawaran tanpa syarat agar bisa dicapai perjanjian damai.

"Keputusan sekarang ada di tangan Anda (para pemimpin Taliban), menerima perdamaian ... dan mari bersama-sama mewujudkan stabilitas di negara ini ... mari kita bersama-sama menjaga negara ini," tambahnya.

Sebagai imbalan, kata Ghani, Taliban harus mengakui secara resmi pemerintah dan konstitusi negara Afghanistan, yang selama ini selalu menjadi ganjalan perundingan damai antara kedua pihak.

Pada hari Senin (27/02), Taliban mengatakan mereka siap berunding secara langsung dengan pemerintah Amerika Serikat 'untuk mencari solusi damai' atas perang di Afghanistan yang telah berlangsung selama lebih dari 16 tahun.

Kelompok Taliban berkuasa di Afghanistan pada 1996 hingga 2001 sebelum ditumbangkan oleh koalisi internasional pimpinan AS.

Taliban menguasai sekitar 75% wilayah Afghanistan pada 1996 hingga 2001, sebelum ditumbangkan oleh pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika. (*)

Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help