Remaja Kairagi Tewas, Stevano Jadi Korban Penikaman ke-14

Sulawesi Utara darurat senjata tajam! Belum genap dua bulan di tahun 2018, tribunmanado.co.id mencatat sudah terjadi 14 kasus.

Remaja Kairagi Tewas, Stevano Jadi Korban Penikaman ke-14
tribun manado
Jeri Salehe (40), ayah dari Stevano (kanan) bersama Kapolresta Manado Kombes Pol Surya Kumara di rumah duka di Kairagi Dua, Minggu (25/2/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sulawesi Utara darurat senjata tajam! Belum genap dua bulan di tahun 2018, tribunmanado.co.id mencatat sudah terjadi 14 kasus penikaman (lihat grafis). Paling akhir, Stevano Salehe (17), warga Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Manado.

Ia tewas ditikam di dada kiri oleh GP (15) warga Mapanget, di Lingkungan III, Kelurahan Paniki Dua, Mapanget, Sabtu (24/2/2018) 23.30 Wita.

Cerita itu berawal dari chatting via Facebook Stevano dengan akun milik gadis remaja berinisial A (15) yang diketahui pacar tersangka GP. Belakangan diketahui bukan A yang ngobrol dengan korban, melainkan GP.

"Saat itu korban chatting melalui Facebook seorang perempuan. Yang menjawab bukan perempuan itu tetapi GP. Pada chatting, korban diminta datang ke lokasi kejadian," ujar Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara kepada tribunmanado.co.id, Minggu (25/2/2018) siang saat ditemui di Mapolsek Mapanget.

Lanjut Kapolresta, Stevano kemudian datang dengan teman, namun belum sampai di lokasi yang dimaksud, masih sekitar 15 meter, korban bertemu dengan GP dan pacarnya di jalan raya. "Saat itu GP langsung menikam korban di bagian dada kiri dan meninggalkannya di lokasi," ujar Kapolresta.

Kapolresta mengatakan anggotanya sedang melakukan pengejaran. "GP akan segera kita tangkap," ujar mantan Kapolres Minahasa Selatan ini.

Rivaldy (17), warga Kecamatan Mapanget, mengatakan, awalnya ia bersama GP dan teman lainnya sedang pesta minuman keras di dekat lokasi kejadian. Rivaldy melihat korban datang dengan menggunakan sepeda motor.

"Dia (korban) datang dengan motor, tapi berhenti sekitar 15 meter dari tempat kami. Saya lihat ada cewek (pacarnya GP) mendekati dia (korban). Kemudian GP juga ikut mendekati korban. Saya tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Tiba-tiba GP datang menunjukkan pisau yang sudah penuh darah," ujar Rivaldy.

Setelah itu, Rivaldy dan teman-temannya langsung pergi meninggalkan lokasi. Sementara GP bersama pacarnya melarikan diri.

Jeri Salehe (40), ayah korban mengaku sangat marah mengetahui anaknya ditikam dan meninggal dunia.
"Tentu saya sangat marah. Saya tahu informasi dari teman anak saya. Waktu mengetahui anak saya ditikam saya bersama warga lain langsung bergegas mencari yang menikam anak saya. Namun sudah dua jam mencari tapi tidak bertemu. Saya pun ke Polsek Mapanget melaporkan hal ini," ujar Jeri.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help