Tanpa Surat Rekomendasi Dari Puspaga Pasangan tak Boleh Nikah di Kotamobagu

Mempertebal iman dan taqwa serta mempertegas hak dan kewajiban suami istri serta mengikuti program keluarga berencana

Tanpa Surat Rekomendasi Dari Puspaga Pasangan tak Boleh Nikah di Kotamobagu
Vendi Lera
Kantor Puspaga 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tak ikut pelatihan di pusat pembelajaran keluarga (Puspaga), pasangan tidak bisa nikah.

"Harus ada surat rekomendasi dari Puspaga, agar bisa tercatat dalam pernikahan, baik di Pencatatan Sipil maupun KUA," ujar Kepala Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak Kota Kotamobagu, Siti Rafiqah Bora, Jumat (23/2).

Kata dia, Puspaga ini dibentuk untuk mengurangi jumlah perceraian di Kotamobagu.

Puspaga ini merupakan rekomendasi dari Kementrian Agama, Kesehatan dan Keluarga Berencana, dengan kerja sama (MOU).

Perceraian tahun 2017 di Kotamobagu berdasarkan data dari Pengadilan Agama berjumlah 973 kasus.

"Dari 973 kasus hampir 70 persen dipicuh oleh pertengkaran dan perselisihan, untuk 30 lainnya bervariasi seperti KDRT," ujar Siti Bora.

Ritma Domu, Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Perlindungan Anak, mengatakan, nantinya dalam Puspaga, pasutri akan diajarkan bagaimana membina rumah tangga yang harmonis.

Mempertebal iman dan taqwa serta mempertegas hak dan kewajiban suami istri serta mengikuti program keluarga berencana (KB).

"Saat ini baru ada 16 pasangan mengikuti Puspaga. Jika ada yang ingin mendaftar, langsung menghubungi pemerintah desa atau dinas," ujar Ritma Domu. (Ven).

Penulis: Vendi Lera
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved