Peserta Perempuan di Pilkada 2018 Naik Tipis, Cuma 8 Persen dari 1.140

Meski demikian, dari 101 perempuan tersebut hanya 92 calon memenuhi syarat.

Peserta Perempuan di Pilkada 2018 Naik Tipis, Cuma 8 Persen dari 1.140
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Bacagub Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Kantor TribunJatim.com di Jalan Rungkut Industri III, Surabaya, Senin (5/2/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peneliti Perkumpulan untuk Permilu dan Demokrasi ( Perludem), Maharddhika mengatakan, ada 101 perempuan dari 1.140 pendaftar bakal calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2018 yang digelar di 171 daerah.

Meski demikian, dari 101 perempuan tersebut hanya 92 calon memenuhi syarat. Enam calon tidak memenuhi syarat, serta tiga calon belum ditetapkan. Namun, jumlah tersebut dianggap meningkat dibandingkan pilkada sebelumnya.

"Pilkada 2018 akan diikuti oleh 8,85 persen perempuan. Angka ini meningkat meski tak signifikan jika dibandingkan Pilkada 2015 dan 2017," kata Maharddhika di Media Center, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Rabu (21/2).

Maharddhika memaparkan, misalnya partisipasi perempuan pada Pilkada 2015 hanya mencapai 7.47 persen. Ada 123 perempuan dari 1.646 yang memenuhi syarat sebagai calon kepala daerah.

Sedangkan pada Pilkada 2017, partispasi perempuan justru turun ke angka 7.17 persen.

Saat itu hanya ada 48 perempuan dari 670 pendaftar bakal calon kepala daerah. Menurut Maharddhika, perempuan-perempuan yang ikut Pilkada 2018 mendaftar di 78 daerah dari 171 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2018. "Mereka tersebar di tujuh provinsi, 45 kabupaten dan 26 kota," kata Maharddhika.

Tahun ini, kata Maharddhika, ada 49 perempuan mendaftar menjadi calon kepala daerah.

Misalnya, Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur dan Karolin Margret Natasa di Kalimantan Barat yang mendaftar sebagai calon gubernur perempuan.

"Lainnya, 31 orang mendaftar jadi calon bupati dan 16 orang mendaftar sebagai calon wali kota," kata dia.

Sementara itu, ada juga 52 perempuan mendaftar menjadi calon wakil kepala daerah. Lima di antaranya mencalonkan diri menjadi wakil gubernur.

Misalnya, Ida Fauziyah di Jawa Tengah, Puti Guntur Soekarno di Jawa Timur, Chusnunia di Lampung, Sitti Rohmi Djalilah di Nusa Tenggara Barat, serta Emelia Julia Nomleni di Nusa Tenggara Timur.

"Sebanyak 28 orang mencalonkan diri jadi wakil bupati dan 18 orang mencalonkan diri jadi wakil wali kota," kata Maharddhika.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help