Pemimpin GMIM Harus Selesaikan Masalah UKIT

Setelah nama-nama calon BPMS GMIM diumumkan oleh panitia pemilihan aras sinode, kini sejumlah pelayan khusus (pelsus)

Pemimpin GMIM Harus Selesaikan Masalah UKIT
Kantor Sinode GMIM 

TRIBUNMANADO.CO.ID—Setelah nama-nama calon BPMS GMIM diumumkan oleh panitia pemilihan aras sinode, kini sejumlah pelayan khusus (pelsus) menaruh harapan besar bagi para pemimpin gereja ini kedepan.

‘’Saya harap, siapapun Ketua Sinode GMIM ke depan dari calon-calon yang telah diumumkan untuk dipilih, nantinya yang bersangkutan bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di gereja ini,’’ kata Pnt Albert R Reo, Penatua Kolom 2 Jemaat GMIM Pniel Bahu, Kamis (15/2/2018).

Pada Rabu (14/2/2018), panitia pemilihan aras sinode telah mengumumkan nama-nama calon yang berpeluang untuk masuk BPMS GMIM. Misalnya ada sosok Pdt Hein Arina yang mendapat dukungan 804 suara, dan Pdt Hendry Runtuwene dengan 558 suara.

Menurut Reo, masalah-masalah yang perlu segera diselesaikan oleh BPMS GMIM pada periode yang baru, yakni terkait UKIT.

Sebagai perguruan tinggi kebanggaan GMIM, UKIT harus disatukan lagi agar menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu menelorkan sumber daya manusia berkualitas untuk membangun gereja, masyarakat, dan daerah ini.

‘’UKIT sekarang mengalami masalah besar dengan banyaknya persolan yang ada, jadi harus disatukan lagi. Jangan sampai perguruan tinggi ini tutup, sebab akan merugikan GMIM itu sendiri,’’ tuturnya.

Persoalan lain yang harus dibenahi kata Reo, adalah soal mutasi pendeta.

Perlu diatur mekanisme dan waktu, sehingga mutasi bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. ‘’Mutasi pendeta harus sesuai aturan. Artinya, jika diberikan waktu 4 tahun pelayanan, maka harus dimutasi. Jangan ada yang sudah lewat, tapi tidak dimutasi karena ada kedekatan dengan pimpinan di sinode.

Mutasi yang dilakukan sesuai aturan, sangat baik untuk pelayanan GMIM kedepan,’’ tegasnya.

Bobby Sambeka, Syamas Kolom 15 Jemaat Kakaskasen Bait El berharap, GMIM kedepan dipimpin oleh sosok yang benar-benar peduli dengan kemajuan dan kesejahteraan jemaat. Artinya, pemimpin GMIM harus mampu mempersatukan jemaat, bukan justru memicu timbulnya perpecahan apalagi permusuhan.

‘’Persoalan UKIT misalnya. Mestinya sudah bisa diselesaikan oleh BPMS yang sekarang, tapi karena terlihat kurang serius maka UKIT kini dalam banyak masalah. Makanya, kedepan pemimpin GMIM harus peduli dengan UKIT untuk menyatukannya lagi, agar minimal menjadi perguruan tinggi terbaik di Sulut,’’ tukasnya. (War)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved