43 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Mitra

Dari data yang dilansir Bidang perlindungan perempuan dan anak tahun 2017 ada 43 kasus yang melibatkan...

43 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Mitra
CHRISTIAN WAYONGKERE
Kepala dinas P3A Pemkab Mitra Phiebe Punuindoong 

TRIBUNMANADO,RATAHAN - Tangisan anak-anak kepada kedua orang tuanya menjadi faktor utama penyelesaian masalah dalam keluarga oleh Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P3A) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

"Tangisan anak dan keberadaan anak yang tak akan mendapat kasih sayang serta perhatian orang tua memacu semangat kami untuk melakukan berbagai upaya menyelelamatkan masalah dalam satu keluarga," tutur Kepala dinas P3A Pemkab Mitra Phiebe Punuindoong, Sabtu (17/2).

Dari data yang dilansir Bidang perlindungan perempuan dan anak tahun 2017 ada 43 kasus yang melibatkan orang tua, ayah, ibu, perempuan dan anak termasuk didalamnya kekerasan seksual. Oleh Dinas P3A dan P2TP2A Kabupaten Mitra diselesaikan hingga di kejaksaan sampai ada vonus 12 kasus.

"Sisanya dilakukan musyawarah, mufakat dan ditingkat kepolisian, tambahnya. Sementara itu di tahun 2018 sudah ada tiga kasus, mulai dari anak dibawah usia hamil wilayah Ratatotok, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah Tombatu dan kasus lainnya di wilayah Belang.

"Satu kebanggaan jika bisa mempersatukan keluarga suami istri yang bertengkar," kata Karlintje kabid perlindungan perempuan dan anak Dinas P3A.

Dalam menjalankan tugas menyelesaikan masalah keluarga, ibu, perempuan dan anak Dinas P3A dan P2TP2A punya cara khusus dan sifatnya dirahasiakan karena itu ada tugas pokok mereka. "Intinya untuk tugas dan kerja seperti ini memakai hati," tandasnya. (crz)

Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help