Kekerasan Anak dan Perempuan Bak Fenomena Gunung Es, Warga Jangan Takut Lapor

Banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak tak terekspos publik. Korban takut, bahkan malu melapor karena pelaku adalah orang terdekat.

Kekerasan Anak dan Perempuan Bak Fenomena Gunung Es, Warga Jangan Takut Lapor
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Sekretaris DP3A Manado, Pinkan Matindas 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak tak terekspos publik. Korban takut, bahkan malu melapor karena pelaku adalah orang terdekat.

"Yang ada di publik seperti fenomena gunung es. Lebih banyak yang tak terungkap. Pelaku bisa keluarga, tetangga. Pokoknya orang sekitar," ucap Julinda Legoh, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, DP3A Manado.

Sebenarnya ada tiga pilar yamg terlibat dalam penanganan kasus kekerasan, demikian Pinkan Matindas, Sekretaris DP3A Manado.

Di antaranya korban saudara dekat dan pemerintah.

"Ada juga LSM yang bisa berdayakan juga. Ada kasus yang tak mau ekspos. Namun kami tetap lakukan pendampingan. Meski memang anggaran kami terbatas," ujar Pinkan.

Warga jangam takut melaporkan pihak yang berwenang.

Jangan sampai masalah makin menjadi ketika itu dipendam.

"Jangan takut lapor, sebelum lebih parah," jelasnya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado mencatat tahun 2017 telah menangani 33 laporan masuk.

Para korban mendapat pendampingan hingga ke pengadilan

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help