TribunManado/

Bendi di Manado Masih Beroperasi, Nando Lebih Pilih Naik Taksi Online

Di tengah kemacetan Kota Manado, masih ada suara kaki kuda, samar-samar terdengar. Seorang lelaki sesekali mencambuk si kuda

Bendi di Manado Masih Beroperasi, Nando Lebih Pilih Naik Taksi Online
FINNEKE WOLAJAN

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di tengah kemacetan Kota Manado, masih ada suara kaki kuda, samar-samar terdengar. Seorang lelaki sesekali mencambuk si kuda, agar terus menarik delman atau disebut bendi.

Kendaraan begitu padat, bendi ini tampak berbaur dengan deretan mobil yang berjalan pelan. Sementara di sisi kiri banyak mobil yang menyelip. So kusir santai mengendarai bendinya.

Bendi ini mengarah ke Tikala, setelah berjalan dari Paal Dua. Hanya dia satu-satunya bendi yang terlihat kala itu. Tak ada penumpang, hanya kusir seorang.

Masih ada beberapa bendi di Kota Manado yang beroperasi. Meski nasib kendaraan tradisional ini semakin tergerus zaman. Lalu lintas yang macet, hadirnya taksi online semakin mematikan nyawa bendi yang memang berada di ujung tanduk.

Bendi di Kota Manado dinilai tak lagi efektif. Manado yang terus berkembang semakin tak cocok sebagai landasan kuda dan dua roda bendi. Masyarakat pun makin enggan naik bendi.

"Naik bendi lama. Kudanya jalan pelan. Apalagi mulai macet. Kalau dulu mungkin bisa. Sekarang kan, sudah banyak taksi online, ojek online. Itu lebih efektif," ujar Nando, warga Taas. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help