Tunggu Holding Keuangan, BTN Incar Usaha Syariah

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih belum dapat menentukan kapan perusahaannya melepas unit usaha.

Tunggu Holding Keuangan, BTN Incar Usaha Syariah
KONTAN/ Baihaki
Pelayanan nasabah BTN. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masih belum dapat menentukan kapan perusahaannya melepas unit usaha syariah (UUS) alias spin off.

Pasalnya, BTN saat ini masih menunggu kajian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pembentukan holding kuangan.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, nantinya dalam rencana holdingBUMN keuangan tersebut akan ditentukan pula nasib anak usaha syariah milik bank plat merah.

Lebih lanjut, Maryono menjelaskan Kementerian BUMN kini tengah merancang arah kebijakan perbankan syariah. Jika hal tersebut telah rampung, pihaknya baru dapat merinci kapan spin off UUS BTN dapat terealisasi.

"Policy (aturan) yang diatur untuk syariah ini setelah holding BUMN selesai," kata Maryono di sela-sela paparan kinerja kuartal IV 2017, di Jakarta, Selasa (13/2).

Terkait hal itu, Direktur Strategy, Risk and Compliance BTN Mahelan Prabantarikso mengamini bahwa Kementerian BUMN memang telah memiliki wacana untuk menggabungkan anak usaha syariah milik BUMN. Alasannya, agar industri syariah lebih terdorong serta lebih efektif.

Namun, menurutnya hal tersebut masih dalam pengkajian dan belum ada evaluasi lebih lanjut. Atas hal itu, bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan ini masih injak rem untuk melakukan spin off UUS BTN.

"Spin off syariah, sesuai RBB kami tunda sampai pembentukan holding selesai dan perkiraan kami (rencana spin off) tahun 2020," kata Mahelan.

Pasalnya, jika Kementerian BUMN berniat untuk menggabungkan seluruh anak usaha bank syariah BUMN maka UUS BTN harus dilepas dari induk. Asal tahu saja, dari empat bank BUMN yakni BRI, Mandiri dan BNI hanya BTN yang belum melakukan spin off unit usaha syariahnya.

Mahelan beranggapan, jika nantinya digabung maka pembagian segmen kurang lebih sama dengan induk perbankannya. Antara lain, BNI Syariah dan BTN Syariah dimungkinkan untuk menjadi bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis syariah.

Halaman
12
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help