Rumah Ismail Sering Kena Longsor, Pemukiman di Tebing Dendengan Luar Rawan

Hujan deras beberapa hari lalu melongsorkan tebing di belakang rumah keluarga Ismail Ibrahim dan Sri Sulastri

Rumah Ismail Sering Kena Longsor, Pemukiman di Tebing Dendengan Luar Rawan
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Rumah keluarga Ismail Ibrahim dan Sri Sulastri yang terkena longsor 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ismail Ibrahim dan Sri Sulastri tak tenang saat hujan. Bayang-bayang longsor menghantui mereka selama bertahun-tahun tinggal di Dendengan Luar Lingkungan 2, Paal Dua.

Hujan deras beberapa hari lalu melongsorkan tebing di belakang rumah mereka. Dapur pasangan suami istri ini rusak. Sisa longsor masih berserakan di situ, Selasa (13/2).

Sulastri sedikit terhambat untuk memasak, karena dapurnya berantakan. Atap yang runtuh masih menutupi beberapa perkakasnya. Tanah-tanah seperti lumpur, berada di mana-mana.

Ismail dan istri serta dua anggota keluarga lainnya sudah tahu, nyawa mereka terancam saat hujan deras. Rumah yang berada di tebing ini rawan longsor. Ini sudah kali keempat longsor di rumah itu.

"Pokoknya kalau hujan, kami sudah mengungsi ke rumah saudara. Karena sudah banyak kali longsor," ujar Sulastri, yang tampak bersih-bersih bersama suaminya di rumah mereka.

Ada belasan rumah yang berdiri di kawasan tebing ini. Akses ke tiap rumah warga melewati tangga curam. Rumah semi permanen. Siang tadi, warga tampak berdiam di rumah mereka. Cuaca cerah Manado begitu nyaman kala itu.

Mereka sebenarnya tahu betul ancaman apa yang membayangi saat bermukim di situ. Namun rupanya, puluhan tahun tinggal di situ membuat mereka bak tinggal di istana.

"Tak ada tempat tinggal senyaman rumah sendiri. Namun jika terpaksa harus pindah, kami terpaksa pindah. Karena nyaman pun kalau bahaya, sama saja," ujar Ismail. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help