Nama VAP dan Ryo Permana Disebut Dalam Sidang Dakwaan Pemecah Ombak

Vonni Anneke Panambunan disebut berkali-kali dalam dakwaan yang dibacakan dalam sidang perdana korupsi pemecah ombak

Nama VAP dan Ryo Permana Disebut Dalam Sidang Dakwaan Pemecah Ombak
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Sidang perdana korupsi pemecah ombak 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Nama Bupati Minahasa Utara Vonni Anneke Panambunan disebut berkali-kali dalam dakwaan yang dibacakan dalam sidang perdana korupsi pemecah ombak Likupang Minahasa Utara, Selasa (13/2) di Pengadilan Negeri Manado siang tadi.

Bukan hanya bahkan mantan Kapolresta Manado, Kombes Pol Ryo Permana ikut disebut dalam sidang dakwaan kali ini.

Dalam sidang perdana ini, dihadirkan tiga terdakwa yakni Rosa Marina Tidajoh selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara, Steven Hendrik Solang Pejabat Pembuat Komitmen, dan Robby Maukar selaku kontraktor.

"Bahwa Vonnie Anneke Panambunan selaku Bupati Minahasa Utara menerbitkan surat keputusan Bupati Minut nomor 68 tahun 2016 tanggal 18 Februari 2016 bahwa Kabupaten Minahasa Utara Siaga Darurat Bencana Padahal menurut BMKG Kabupaten Minut tidak berpotensi bencana," ujar Jaksa Penuntut Umum Bobby Ruswin.

Selain itu, Vonnie Anneke Panambunan juga membuat dan menandatangani surat permohonan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) siaga bencana banjir dan longsor kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Dalam sidang pertama ini diketahui bahwa Mantan Kapolresta Manado Ryo Permana yang bertindak sebagai pelaksana kegiatan dilapangan sudah melakukan pekerjaan proyek sebesar 40 persen.

"Hal ini tentu saja bertentangan dengan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan/jasa pemerintah pasal 87 ayat 3 bahwa penyedia barang dan jasa dilarang mengalihakan pelaksanaan pekerjaan utama berdasarkan kontrak dengan melakukan sub kontrak dengan pihak lain," beber Bobby.

Usai persidangan, anggota JPU lainnya Pingkan Gerungan mengatakan bahwa pada sidang selanjutnya akan dihadirkan beberapa saksi.

"Kemungkinan Bupati dan Ryo Permana akan kami panggil juga," ujar Pingkan.

Kuasa Hukum Vonnie Anneke Panambunan, Stevi Dacosta mengatakan bahwa dakwaan persidangan terlalu banyak dengan kata-kata yang tidak jelas.

"Kalo memang ada kerugian negara sebesar Rp 8,3 Miliar maka buktikan, jangan hanya habis dikatanya saja," ujar dia.

Ia juga mengatakan bahwa sang Bupati akan siap jika nanti dipanggil. "Tapi saya tidak tahu jadwalnya, apakah nanti Bupati akan keluar kota atau ada kesibukan lainnya," tegasnya.

Selanjutnya sidang korupsi berbandrol Rp 15 Miliar ini akan dilanjutkan pada dua pekan mendatang.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved