TribunManado/

Granat Sebut Kajati Sulut Dicopot? Ini Kata Kasipenkum!

Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Utara (Sulut), menemui Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, Selasa (13/2/2018) sore.

Granat Sebut Kajati Sulut Dicopot? Ini Kata Kasipenkum!
ISTIMEWA
Ketua Granat Sulut Billy Johannis STh, bersama dua anggota Granat berfoto bersama Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, usai berdiskusi, Selasa (13/02/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Utara (Sulut), menemui Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito, Selasa (13/2/2018) sore.

Pada kunjungannya tersebut, tiga orang anggota Granat yang dipimpin Ketua Granat Sulut Billy Johannis STh berdiskusi dengan kapolda mengenai masalah narkoba di Sulut.

"Kita berdialog dengan pak kapolda mengenai masalah narkoba di Sulut. Sekaligus kami melaporkan kasus narkoba atas nama Wahyu Nugroho telah diputuskan Pengadilan Tinggi dengan hukuman delapan tahun penjara," ujar ketua Granat.

Wahyu Nugroho merupakan oknum pegawai Pajak yang tertangkap dengan 30 gram sabu-sabu yang divonis putusan rehabilitasi oleh Pengadilan Negeri Manado beberapa waktu lalu.

Karena hal itu, kemudian Granat Sulut menggelar demo pada 17 Januari 2018 di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi.

Pada aksi demo tersebut, Granat Sulut meminta Pengadilan Negeri Manado agar dapat sesuai dengan aturan jika memutuskan suatu perkara.

Di Pengadilan Tinggi, Granat meminta hal yang sama kepada para hakim.

Akhirnya pada 7 Februari 2018, Pengadilan Tinggi Manado memutuskan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 1 Milliar.

Lanjut ketua Granat Sulut, saat berdiskusi, kapolda berterima kasih kepada Granat Sulut yang peduli terhadap kasus-kasus narkoba.

Halaman
12
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help