Inilah 'Berjalan Bersama', Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2018

Hari Rabu, tanggal 14 Februari 2018, kita memasuki Masa Prapaskah, suatu kesempatan untuk pembaharuan diri, pertobatan hidup,

Inilah 'Berjalan Bersama', Surat Puasa Uskup Keuskupan Manado Tahun 2018
DAVID MANEWUS

Yang terkasih para Pastor, Frater, Bruder, Suster, dan umat Katolik Keuskupan Manado

Hari Rabu, tanggal 14 Februari 2018, kita memasuki Masa Prapaskah, suatu kesempatan untuk pembaharuan diri, pertobatan hidup, penguatan iman, untuk melanjutkan perjalanan ke depan. Secara khusus gerakan pembaharuan/pertobatan/ penguatan ini kita pusatkan pada tema "berjalan bersama". Kita mau berjalan bersama dengan "manusia yang berkenan kepada-Nya" (Luk. 2:14). Kita "berjalan bersama" sambil membangun komunitas yang semakin beriman dan Solider" (Tema APP) Keuskupan Manado tahun 2018. Kita "berjalan bersama" sambil memuji Tuhan "Betapa mulia nama-Mu ya Tuhan di seluruh bumi" (Tema Tahun Yubileum). Marilah kita berjalan bersama untuk memaknai masa tobat ini.

Para imam diajak mengadakan pembaharuan/pertobatan/ penguatan dalam keputusan untuk "berjalan bersama" dengan uskup dan rekan-rekan imam untuk membangun suatu "collegium presbyterorum". Persekutuan ini kita bangun sebagai suatu kekuatan dalam pelayanan, dan sekaligus sebagai kesaksian bagi warga Gereja dan Negara. Kita sama-sama menyadari bahwa masing-masing kita mempunyai kehendak dan pikiran sendiri, tetapi demi kemajuan Gereja Keuskupan Manado, mari kita renungkan kata-kata Paulus "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu" (Rom 12:2). Jumlah imam memang sudah banyak, pasti juga pikiran dan keinginan pastoral sangat bervariasi. Tetapi demi keutuhan satu keuskupan, mari kita "berjalan bersama".

Sebagai Uskup saya sudah "berjalan bersama" dengan para Pastor, Frater, Suster, dan bahkan dengan umat Keuskupan Manado, dalam kunjungan pastoral dan peristiwa/perayaan iman yang sangat bervariasi. Saya mengalami sukacita yang begitu mendalam dan mengalami kebersamaan yang tulus yang dibangun oleh orang-orang yang beriman. Sukacita ini masih bertambah pada waktu mengalami dukungan dari pihak pemerintah, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh adat untuk "berjalan bersama" yang mau "berjalan bersama" dengan umat Katolik dalam pergumulan dan usaha membangun persekutuan yang lebih inklusif. Saya sungguh terharu mendengar dan mengalami niat-niat baik dari pelbagai pihak, sebagai ungkapan iman dan solidaritas mereka, dalam rangka mendukung upaya Gereja Katolik membangun Tubuh Kristus.

Untuk membangun Tubuh Kristus, Yesus memanggil 12 rasul dan berjalan bersama mereka. Modal dasar dalam pemuridan untuk membangun Tubuh Kristus adalah "menyangkal diri dan memikul salib" (Matius 16:24). Yesus berjalan bersama kedua murid ke Emaus untuk merayakan Perjamuan; pengalaman ini begitu tertanam dalam kenangan iman mereka, sampai mereka bermohon kepada Yesus : tinggallah bersama-sama dengan kami" (Luk 24:29). Yesus berjalan bersama orang-orang sakit untuk membawa penyembuhan kepada mereka; pengalaman iman ini adalah sukacita untuk mereka dan karena itu mereka begitu bersemangat biarpun dilarang oleh Yesus, "memberitakan peristiwa dan menyebarkannya ke mana-mana" (Mrk 1:45). Yesus berjalan bersama dengan keluarga yang berduka untuk memberi penghiburan rohani kepada mereka, sambil membangkitkan anak muda di Nain; pengalaman ini sungguh menggugah, dan mereka memuliakam Allah: " Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita" (Luk 7:16). Yesus berjalan bersama tokoh-tokoh agama dan masyarakat, sambil membela kebenaran iman; Yesus membungkam mereka dan "tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya" (Mat 22:46). Yesus berjalan bersama pemerintah setempat sambil taat pada aturan pemerintah sipil, seperti membayar pajak dengan prinsip tegas: "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan pada Allah," (Luk 20:25). Sungguh indah dan berkenan perjalanan bersama itu, perjalanan bersama adalah kesempatan yang sangat berharga di mana iman ditumbuhkan dan dikembangkan dan tindakan atau perbuatan solider dinyatakan dan disyukuri.

Tanggal 14 September 1868, Pastor Johanes de Vries SJ, tiba di wilayah Keuskupan Manado tepatnya di Kema dan membabtis 24 orang. Pembabtisan ini menandai perjalanan bersama sang misionaris dengan umat Katolik di Kema. Perjalanan bersama ini dilanjutkan sambil berkeliling dari desa ke desa, dengan maksud untuk memperbanyak rombongan pengikut Yesus dan memperdalam iman mereka. Perjalanan bersama itu sudah terjaga dengan baik, sehingga mulai waktu itu secara berkelanjutan Gereja Katolik bertumbuh dengan subur di wilayah Keuskupan Manado sampai tahun ini kita merayakan 150 tahun masuknya kembali Gereja Katolik di Keuskupan Manado. Perjalanan bersama ini tidak  berakhir pada tahun Yubileum ini, justru pada tahun Yubileum kini perlu mantapkan dan lanjutkan perjalanan bersama ini, sambil memberi diri untuk diutus menjadi De Vries Keuskupan Manado, sehingga semakin lantang terdengar di mana-mana: Inilah aku utuslah aku: (Yes 6:8). Marilah berjalan bersama sebagai misionaria religius dan misionaris awam.

Dengan semangat "berjalan bersama", saya mengucapkan "selamat memasuki masa puasa 2016" : selamat berbenah diri demi masa depan yang lebih baik.

Surat puasa ini wajib dibacakan di semua Gereja dan Kapela di Keuskupan Manado, mulai Hari Minggu, tanggal 11 Februari 2018, atau pada kesempatan lain sesuai situasi setempat.

Akhirnya, saudara-saudari terkasih, diumumkan pula bahwa masa Sambut Paskah tahun ini berlaku dari Hari Minggu Prapaskah ke V, tanggal 18 Maret 2018 sampai hari Raya Tritunggal Mahakudus, tanggal 27 Mei 2018

Manado, 9 Februari 2018

In Lumine Tuo, Videmus Lumen

Mgr. Benedictus E. Rolly Untu MSC

Uskup Keuskupan Manado

Foto bersama orang sakit pada pengobatan gratis dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia yang dilaksanakan di Paroki Lotta.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help