Benarkah Makanan Organik Paling Sehat?

Saat berbelanja di pasaraya, beberapa orang ada yang langsung memutuskan pergi ke rak makanan organik daripada yang biasa.

Benarkah Makanan Organik Paling Sehat?
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat berbelanja di pasaraya, beberapa orang ada yang langsung memutuskan pergi ke rak makanan organik daripada yang biasa.

Banyak yang percaya bahan makanan organik diklaim bebas pestisida dan lebih menyehatkan.

Meski demikian, bukan berarti Anda hanya mengonsumsi makanan organik saja.

Sebab, menurut ahli toksikologi beberapa mitos yang beredar justru menyesatkan.

"Kekhawatiran terbesar saya adalah informasi yang diberikan terkait bahan makanan organik justru akan membuat orang tidak mengonsumsi banyak buah dan sayuran sehat. Tindakan seperti ini justru lebih berbahaya untuk kesehatan dalam jangka panjang," kata Carl Winter, ahli toksikologi makanan dari Universitas California kepada Futurism, Selasa (6/2/2018).

Sebelum mengambil keputusan untuk makanan Anda, ada baiknya simak penjelasan sains terkait 4 mitos yang beredar terkait makanan organik.

1. Makanan organik lebih aman karena bebas pestisida

Saat makanan dilabeli organik, maka produk tersebut harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh organisasi dan pemerintah.

Departemen Pertanian AS (USDA) menyebut makanan bisa disebut organik jika melindungi sumber daya alam, melestarikan keanekaragaman hayati, dan hanya menggunakan zat yang disetujui.

Di AS dan Kanada, makanan organis harus bebas transgenik atau bebas gen asing.

Halaman
1234
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved