Fahri: Pemerintah Panik, Karena Kas Negara Kering!

Gaji ASN atau PNS beragama Muslim akan dipotong sebesar 2,5 persen untuk zakat

Fahri: Pemerintah Panik, Karena Kas Negara Kering!
Tribun Manado
Fahri Hamzah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai wacana pemotongan gaji PNS yang beragama Islam sebesar 2,5 persen untuk zakat merupakan bentuk kepanikan pemerintah.

Menurut Fahri jangan sampai wacana zakat dari gaji PNS tersebut karena kas negara sedang kering. Sehingga kemudian mengambil hak dari masyarakat yakni PNS untuk menutupinya.

"Jadi jangan motifnya adalah karena kas negara mulai kering lalu semua sumber-sumber yang bukan merupakan hak dari negara dirampas diambil dari masyarakat termasuk dari kegiatan agama," kata Fahri.

Menurut Fahri pemerintah sekarang ini telah banyak berutang kepada warganya, pertama yakni mencabut subsidi, kedua menjual BUMN, serta mengambil dana dari sumber pembiayan BUMN. Setelah ketiga itu, pemerintah masih mau mengambil dana zakat dari PNS.

"Jadi ini lebih dari bentuk kepanikan, bukan solusi dan ini akan berefek buruk bagi kehidupan sosial kita, bahkan dalam kehidupan beragama kita," katanya.

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tengah mempersiapkan aturan mengenai pungutan zakat yang berasal dari pemotongan gaji PNS yang beragama islam.

Keppres tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat. Gaji ASN atau PNS akan dipotong sebesar 2,5 persen. Pemotongan tersebut, kata Lukman, hanya dikhususkan bagi yang muslim. Sebab, hanya umat Islam yang memiliki kewajiban membayar zakat.

Kendati begitu, Lukman mengatakan bahwa aturan itu bukan bersifat wajib. Sehingga, jika PNS atau ASN tidak bersedia gajinya dipotong, mereka boleh mengajukan keberatan.

Pengumpulan zakat khusus tersebut bertujuan agar dana dapat digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

Menteri Agama menjelaskan dana pungutan itu akan disalurkan ke Badan Amil Zakat Nasional. Badan tersebut merupakan lembaga yang bersifat nasional dan berfungsi mengelola pengumpulan dana zakat. Dari dana tersebut, BAZNAS akan memanfaatkannya untuk program peningkatan kesejahteraan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan terkait wacana dari Kementerian Agama (Kemenag) yang ingin memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS sebesar 2,5 persen untuk zakat.

"Kemarin disampaikan di dalam rapat namun saya belum melihatnya, tapi nanti kami lihat," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bisa menjadi lembaga yang menghimpun dana zakat yang berasal dari gaji PNS. "Ada lembaga Baznas dalam hal ini, tentu mereka akan menjadi bentuk institusi yang bisa menjelaskan," ujarnya.

Menurutnya, rencana pemotongan gaji PNS untuk zakat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memudahkan masyarakat membayarkan zakatnya. Sebab, selama ini masyarakat membayar zakat melalui banyak channel. (*)

"Umat Islam di Indonesia kan membayar zakat berbagai channel dan hal ini perlu dibahas di dalam forum ekonomi syariah, karena ini sama seperti kami mengumpulkan pajak," jelasnya. (*)

Editor: Charles_Komaling
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help