Februari Akan Jadi Bulan Tanpa Purnama, Ini Penjelasannya

Bulan Januari dipenuhi fenomena langit langka dan menarik untuk dipelajari. Lalu, apa yang terjadi di bulan Februari?

Februari Akan Jadi Bulan Tanpa Purnama, Ini Penjelasannya
KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA
Anggota Komunitas Jogja Astro Club (JAC) melakukan pengamatan bulan di lantai tiga base camp JAC, Soropadan, Condongcatur, Sleman, Selasa (30/1/2018). Gladi bersih ini dilakukan guna persiapan nonton Gerhana Bulan Total di empat titik di Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan Januari dipenuhi fenomena langit langka dan menarik untuk dipelajari. Lalu, apa yang terjadi di bulan Februari?

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club menjelaskan bahwa blue moon atau purnama kedua dalam bulan yang sama pada Januari akan disusul bulan tanpa purnama.

"Bulan tanpa purnama itu artinya bahwa tidak akan ada purnama di bulan setelah blue moon. Misalnya, kemarin blue moon terjadi pada 31 Januari, akhir bulan, dan siklus purnama adalah 29,5 hari. Ini berarti pada bulan Februari yang hanya ada 28 hari, tidak akan ada purnama," kata Mutoha Kamis (1/2/2018).

Perkiraannya, purnama akan muncul lagi pada tanggal 2 Maret 2018, tambah Mutoha kepada Kompas.com.

Meskipun tidak ada purnama, pada tanggal 15 Februari akan terjadi gerhana matahari sebagian. Gerhana tipe ini terjadi ketika sebagian sinar matahari tertutup oleh sebagian permukaan bulan saat mencapai puncak gerhananya.

Namun, peristiwa ini hanya terlihat dari wilayah Antartika, Argentina dan Cile.

Dilansir dari laman resminya, NASA mengingatkan bahwa saat terjadi gerhana matahari, baik total ataupun parsial, dilarang keras untuk melihat langsung ke arah matahari karena berbahaya bagi mata Anda.

Alex Young, Associate Director untuk ilmu pengetahuan di Divisi Ilmu Heliophysics di Pusat Penerbangan Antariksa Goddard milik NASA di Greenbelt, Maryland, berkata bahwa sangat penting untuk menggunakan kacamata gerhana matahari yang tepat untuk melakukan pengamatan fenomena tersebut.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help