Semakin Canggih! Bobol Uang di ATM Dari Jarak Jauh

Mesin-mesin ATM bisa mengeluarkan seluruh uang tunai secara otomatis tanpa ada penarikan kartu

Semakin Canggih! Bobol Uang di ATM Dari Jarak Jauh
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Modus baru pembobolan dana perbankan merebak di sejumlah negara. Para peretas berhasil membobol uang yang tersimpan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dari jarak jauh.

Caranya, peretas menginfeksi mesin ATM. Efeknya mesin-mesin ATM bisa mengeluarkan seluruh uang tunai secara otomatis tanpa ada penarikan kartu. Istilahnya, jackpotting.

Modus baru ini nampaknya tak main-main. Reuters melaporkan (27/1), dua pembuat mesin ATM terbesar dunia yakni Diebold Nixdorf Inc dan NCR Corp sampai mengeluarkan peringatan khusus soal jackpotting ini.

Menurut situs berita keamanan Krebs on Security seperti dikutip Washington Post menyebutkan, jackpotting dilaporkan di Amerika Serikat, meluas di Eropa hingga Asia. Pencuri menggunakan perangkat skimming pada mesin ATM untuk mencuri informasi kartu debit.

Jackpotting lebih canggih dengan menginfeksi ATM dari jarak jauh dan benar-benar menukar hard drive ATM tersebut.

Diebold Nixdorf menjelaskan para penjahat menggunakan berbagai cara. Seperti mendapatkan akses fisik, mengganti hard drive dan menggunakan endoskopi untuk mengatur perangkat.

Kelompok kriminal tersebut menargetkan mesin ATM yang berdiri sendiri di layanan drive through, apotek dan toko -toko ritel. Jurubicara Diebold Mike Jacobsen menolak menyebutkan nilai kerugian dari pembobolan tersebut.

Serangan jackpotting sejatinya telah dilaporkan sejak 2016. Perusahaan keamanan siber Rusia, Group IB, melaporkan penjahat siber secara jarak jauh menyerang mesin uang di lebih dari selusin negara Eropa pada 2016.

Serangan serupa juga dilaporkan di Thailand dan Taiwan.
Di Indonesia, belum ada laporan kasus ini. Namun, dua penyedia mesin ATM tersebut menguasai pasar terbesar.

Rico Usthavia Frans, Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri mengatakan, penyedia mesin ATM paling besar di Indonesia adalah Wincor yang sudah bergabung dengan Diebold, kedua NCR.

Bank-bank di Indonesia juga sudah mengetahui modus jackpotting ini. Bank Mandiri bahkan sudah mengantisipasi peretas ATM jackpotting dengan menerapkan standar dan keamanan sesuai arahan regulator perbankan.

Direktur BCA Santoso mengatakan, modus kejahatan ini pernah terjadi di Asia Timur. "Kami sudah mengetahui modus kejahatan ini dan sudah mengantisipasinya dengan metode tertentu," kata Santoso, Minggu (28/1).

Begitu juga dengan PT Bank BNI Tbk. Menurut SEVP IT BNI Dadang Setiabudi, BNI telah melakukan pengamanan end to end serta monitor rutin di area rawan. BNI juga memperkuat fisik ATM untuk mencegah koneksi jaringan tidak sah. (*)

Editor: Charles_Komaling
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved