TPA Kulo Selesai Diperbaiki, Namun Masih Ada yang Buang Sampah Sembarangan

Masyarakat Tondano dan sekitarnya dilarang untuk membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kulo

TPA Kulo Selesai Diperbaiki, Namun Masih Ada yang Buang Sampah Sembarangan
Tribun Manado / Alpen Martinus
TPA Kulo di Minahasa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Masyarakat Tondano dan sekitarnya dilarang untuk membuang sampah sembarangan di pinggir jalan dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kulo, lantaran TPA Kulo sudah jadi dan sudah mulai dioperasikan.

Saat TPA Kulo masih diperbaiki, TPA dialihkan ke lembah di pinggir jalan, tepat di depan TPA Kulo, namun saat ini sudah selesai perbaikan, jadi masyarakat dilarang untuk buang sampah di situ, melainkan di TPA Kulo yang hanya berjarak sekitar 150 meter ke dalam.

"TPA Kulo sudah mulai operasi, warga tidak boleh lagi buang sampah di pinggir jalan tersebut, nanti kami akan timbun sampah yang di pinggir jalan tersebut dan akan ditutupi dengan seng," ujar Alva Montong, Kadis Lingkungan Hidup Minahasa, Minggu (28/1).

Baca: Kadis Lingkungan Hidup Minahasa Skeptis TPA Regional Bisa Jalan

Ia menjelaskan, tanda larangan buang sampah di pinggir jalan sudah dipasang, namun masih saja banyak yang buang sampah di situ.

"Tinggal hukuman moral saja kepada mereka berupa kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan kesadaran buang sampah pada tempatnya," ujarnya.

Sementara itu, Steven Wauran penjaga TPA Kulo mengatakan, sudah dua pekan TPA Kulo yang baru dioperasikan, dan warga sudah dilarang buang sampah di pinggir jalan tersebut.
"Sudah kami larang tapi tetap masih ada yang memaksa untuk buang sampah di situ, padahal sudah dipasang larangan buang sampah di situ," ujarnya.

Terkadang dirinya harus cekcok dengan warga yang hendak buang sampah sembarangan tempat.
"Saya juga pernah sempat berkelahi lantaran mereka tetap buang sampah di lokasi lama, padahal saya sudah bilang dilarang di situ," ujarnya.

"Kalau saya tegur mereka marah, katanya dia polisi lah, anggota TNI-lah, pegawailah, bahkan ada yang mengaku orangnya Bupati, tapi saya bilang kalau aturannya dilarang ya dilarang, namun mereka tetap buang sampah mereka ke tempat yang sudah dilarang tersebut," ujarnya. (amg)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help