Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tidak yakin minuman keras (miras) yang diproduksi di bumi Nyiur Melambai.

Gubernur Olly Sebut Ada Sedikit Metanol di Miras
Dwars_Soukotta/TRIBUN MANADO
Perayaan Coral Triangle Day 2016 di Pulau Bunaken Sulawesi Utara 11-06-2016 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tidak yakin minuman keras (miras) yang diproduksi di bumi Nyiur Melambai sudah bebas bahan berbahaya seperti metanol.

Meski tidak semua, tapi ada kecurigaan miras masih mengandung senyawa mematikan itu.

"Kalau kita cium (miras) sepetinya masih ada sedikit metanol," kata Olly kepada Tribun Manado, Jumat (26/1/2018). Gubernur memerintahkan instansi terkait benar memastikan miras di daerah ini sudah bebas metanol.

Ia bahkan, mengancam pabrik miras yang berani mencampur bahan berbahaya metanol di produknya akan mendapat sanksi keras dari pemerintah.

Bea Cukai Sulawesi Utara bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI, menggelar konferensi pers di Gedung Keuangan Negara (GKN), terkait penindakan terhadap minuman keras (miras) ilegal, pada Senin (27/11/2017).
Bea Cukai Sulawesi Utara bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI, menggelar konferensi pers di Gedung Keuangan Negara (GKN), terkait penindakan terhadap minuman keras (miras) ilegal, pada Senin (27/11/2017). (ISTIMEWA)

"Pabrik minuman berani pakai metanol tidak ada ampun lagi. Kalau ditemukan (metanol) langsung tutup," kata politisi PDI Perjuangan ini.

Tak ada tawar-menawar, kata Olly, pabrik miras harus menggunakan bahan Cap Tikus atau etanol untuk produknya. "Yang boleh itu pakai Cap Tikus, tidak bisa ditawar lagi," ujar Olly.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut Raski Mokodompit mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya segera meninjau proses pembuatan miras di setiap pabrik.

"Segera kita cek. Dekat inilah kita bersama dinas terkait untuk lakukan peninjauan untuk pabrik itu. Kalau memang terbukti otomatis pidana dia," kata Anggota Komisi Bidang Perekonomian dan Keuangan ini kepada Tribun Manado, Kamis (25/1/2018).

Dijelaskan politisi Partai Golkar ini, metanol bukan merupakan bahan berbahaya apabila tidak dikomsumsi.

"Nah, ini juga yang harus kita garis bawahi. Untuk metanol bukan bahan berbahaya. Jadi tidak ada larangan untuk penjualannya. Yang bahaya itu apabila metanol dikomsumsi oleh manusia," ujar Raski.

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help