Minta Warga Jangan Terprovokasi, Pemkab Mitra Akan Proses Perusak Batas Desa

Warga Desa Ratatotok dibuat kesal, pasalnya papan batas Desa antara Ratatototok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Desa Buyat

Minta Warga Jangan Terprovokasi, Pemkab Mitra Akan Proses Perusak Batas Desa
VALDYSUAK
Batas Desa yang dirusak 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Warga Desa Ratatotok dibuat kesal, pasalnya papan batas Desa antara Ratatototok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Desa Buyat Kabupaten Bolaangmongindow Timur (Boltim) dirusak orang tak dikenal.  

Dari amatan Tribin Manado papan berbentuk kotak dengan penyangga besi itu dicat pilox warna hitam. Hal itu membuat tulisan nama Desa Ratatotok tertutup.  "Ini sudah pelecehan warga Ratatotok, kalau tak ditindak tegas bisa berdampak besar," ujar Maxi warga Ratatotok.  

Ia mengatakan batas wilayah Mitra Boltim menjadi tanggungjawab Pemerintah. "Sebagai warga kita tidak perlu ikut campur apalagi merusak aset dari pemerintah Desa," jelasnya. 

Tak hanya itu oknum tersebut bahkan menulis pada dinding gapura 'Lanjar so jual' (nama Bupati Boltim Sehan Landjar) . Selain itu juga ada tulisan 'Buyat Harga Mati',  sebagian warga pun menilai kejadian tersebut bentuk profokasi oknum tak bertanggungjawab.

"Ini sudah provakasi antara dua wilayah, padahal kan sudah lama ada keputusan batas wilayah sebenarnya," jelas Nikson warga lainnya. 

Ia pun berharap ada langkah dari pihak Kepolisian agar tak berdampak ketersinggungan.  "Jangan sampai ada salah satu pihak yang tersinggung karena masalah ini," tandasnya.

Tak hanya itu ia berharap Pemerintah segera bertindak. "Mengingat batas wilayah itu selalu jadi perdebatan beebagai kalangan meski sudah ada kesepakatan," ungkapnya. 

Sementara Sekda Mitra Farry Liwe mengatakan sudah ada Permendagri 69 tahun 2016 yang memutuskan batas wilayah Boltim Mitra. "Itu bukan keputusan sepihak saja tapi lewat keputusan bersama melalui proses dan mekanisme," jelasnya. 

Kata Liwe untuk batas Boltim sudah ditentukan dan tak bisa dirubah. "Batasnya sudah jelas di sungai, kan biasanya batas wilayah itu sungai atau gunung," akunya. 

Dia mengatakan agar baik masyarakat Mitra dan Boltim jangan sampai terprofokasi. "Mari kita hargai keputusan yang sudah ada dimana batas wilayah sudah ditentukan lewat kesepakatan dua Kabupaten," tandasnya.

Ia pun mengaku perusak aset negera dibatas wilayah tersebut akan diproses hukum. "Perusak akan kita proses hukum, meminta pihak Kepolisian melakukan penyelidikan. Sanksinya jelas jika terbukti sengaja merusak," tandasnya.  (val) 

Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved