TribunManado/

Burung Puyuh Mati Karena Stres, Awal Tahun Bawa Tantangan Bagi Sangadi Dumagin B

Burung Puyuh yang diternakan melalui program pemberdayaan masyarakat desa banyak yang mati, ini tantangan bagi Sangadi Dumagin B

Burung Puyuh Mati Karena Stres, Awal Tahun Bawa Tantangan Bagi Sangadi Dumagin B
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Wabup Iskandar Kamaru dan Sangadi Dumagin B Karmawan Makalalag. 

Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken

MOLIBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Awal tahun 2018 membawa tantangan tersendiri bagi Sangadi (Kepala Desa) Dumagin B, Karmawan Makalalag. Pasalnya burung puyuh yang diternakan melalui program pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) banyak yang mati.

"Sedikit menurun jumlahnya, mati karena kaget dan stres akibat bunyi petasan pada perpisahan tahun," ujar Karmawan, Minggu (14/1) disela aktifitas kerjannya.

Meski demikian, kata dia, peternakan burung puyuh masih berjalan efektif seperti biasannya, namun ada penurunan jumlah produksi telur.

"Dari 800 butir per hari berkurang menjadi 600 butir," ujar Karmawan.

Agar peristiwa yang sama tidak terulang kembali, bersama kelompok peternak dibawah Badan Urusan Milik Desa (BUMDes) akan memindahkan lokasi peternakan.

"Tentunya sedikit lebih jauh dari daerah pemukiman," ujarnya.

Dirinya belum mencatat jumlah kerugian yang dialami, namun kedepan akan diupayakan untuk mencari indukan burung puyuh agar jumlah petelur kembali bertambah.

Sementara itu Wakil Bupati Bolsel (Wabup) Iskandar Kamaru, mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Sangadi Dumagin B. Kemudian berharap desa lain punya program unggulan.

"Kami memberikan apresiasi bagi desa yang mengaktifkan BUMDes melalui program pemberdayaan masyarakat desa," ujar Kamaru.

Menurut dia, masing - masing desa harus memiliki produk bukan hanya peternakan atau pertanian. Dicontohkan pengembangan pariwisata yang bisa dikelola menggunakan dana desa (dandes).

"Hasil yang didapat tentu kembali untuk desa bukan kepada pemerintah pusat," tukasnya. 

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help