Tatong Lakukan Inovasi pada Kemasan Kue Tradisional,  Tumbelaka: Perlu Pelatihan Pelayanan

Tahun 2018 merupakan akhir tahun periode kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota Kota Kotamobagu Totang Bara dan Jainuddin Damopolii

Tatong Lakukan Inovasi pada Kemasan Kue Tradisional,  Tumbelaka: Perlu Pelatihan Pelayanan
net
Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tahun 2018 merupakan akhir tahun periode kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota Kota Kotamobagu Totang Bara dan Jainuddin Damopolii, mengusung program tahun Inovasi dan Kreativitas.

Mengenai program menurut sang wali kota Tatong Bara akan dimulai pada inovasi yang tak hanya berfokus pada sisi teknologi melainkan di kegiatan masyarakat.

Dia beri contoh, pembuatan kue tradisional Kolombeng dalam sisi kemasan berisi 20 buah.

"Kenapa tidak berinovasi, packing satu-satu disetiap kemasan atau berisi empat dan enam agar indah. Karena hal-hal seperti ini merupakan veleu barang dan teknologi yang digunakan untuk mempermudah merupakan inovasi," kata Tatong.

Menyangkut inovasi yang sudah tercapai terus tingkat inovasi dan kembangkan agar bisa diartikan dalam pekerjaan.

"Seperti telpon untuk absensi mulai akan dikembangkan sebagai inovasi kepada ASN," janjinya.

Untuk itu wali kota meminta kepada seluruh aparat pemerintah dilingkungan Pemerintah Daerah Kotamobagu agar mampu berinovasi. Sambil meningkatkan disiplin dan kinerja, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Seluruh program dan kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa, akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Laksanakanlah kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dapat meningkatkan pendapatan dari masyarakat, termasuk program-program pemberdayaan masyarakat," tandasnya.

Pengamat pemerintahan, Taufik Tumbelaka menilai contoh lain tentang pengembangan kuliner perlu modifikasi dan kreatifitas standart plus konsisitensi rasa dan penyajiaan kemasan.

"Perlu pelatihan pelayanan terhadap konsumen dan ide lainnya," kata Taufik.

Menurut jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini peningkatan upaya memberdayakan usaha kecil dan mikro, misalnya melalui KUR dari bank dan pelatihn sistem pelaporan dan administrasi keuangan perlu ditingkat untuk memaksimalkan inovasi yang pemerintah Kotamobagu.

Dia menambahkan ada beberapa hal yang harus diupayakan pemeritah guna mewujudkan program inovasi dan kreativitas, pertama adalah standartrisasi pelayanan publik dengan level tertinggi dan peningkatan nilai jual daerah dengan mengedepankan kesejahteraan rakyat seperti pemaksimalan potensi daerah yang bersentuhan dengan masyarakat.

"Contoh potensi wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner dan lainnua. Pelibatan dan perangkulan pemerintah terhadap masyarakat harus benar-benar terjadi karena selain membiri efek domino positif kepada sosial ekonomi masyarakat juga bermuara peningkatan PAD," urainya

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help