Sarce Raih Rp 50 juta per Bulan dari Cakalang Fufu

Menurut dia setiap hari bersama suami tercinfa Abdulrachman Hilapo (55) memproduksi sekitar 100 gepe cakalang fufu.

Sarce Raih Rp 50 juta  per Bulan dari Cakalang  Fufu
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - MENGOLAH ikan cakalang yang diasapi sehingga menjadi cakalang fufu sudah dipelajarinya sejak kecil. Sehingga untuk saat ini wanita paruh baya bersama sang suami terus mengembangkan usahanya.

"Untuk cakalang fufu dan produk olahan ikannya sekitar Rp50 juta per bulan," ujar wanita bernama lengkap Sarce Kasim (53) saat ditemui di tempat pengolahnnya di Sindulang.

Menurut dia setiap hari bersama suami tercinfa Abdulrachman Hilapo (55) memproduksi sekitar 100 gepe cakalang fufu untuk dipasarkan di pasar tradisional, maupun supermarket maupun toko oleh-oleh. Namun jumlah tersebut akan meningkat di waktu tertentu, seperti pada Desember dan Januari yang peningkatannya bisa sampai dua kali lipat. "Sehingga untuk pengolahnya juga harus meningkat," katanya.

Untuk bahan baku ikan cakalang segar mengungkapkan berasal dari Manado, Belang Gorontalo serta daerah lainnya. Dengan menjaga kualitas ikannya. "Kalau untuk bahan baku saya tak pernah mengalami kesulitan karena ikan di Sulut berlimpah," katanya.

Untuk harga jual cakalang fufu berkisar Rp35.000-Rp100.000 tergantung dengan ukurannya. "Selain cakalang fufu saya juga mengembangkan produk olah ikan seperti sambal ikan, pumkis ikan cakalang sambal tuna , ikan roa serta lainnya," ungkapnya.

Saat ini mulai memproduksi cakalang fufu dengan menggunakan asap cair. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan tradisional, termasuk untuk membuatnya tak memerlukan waktu lama dibandingkan cara tradisional.

Hanya butuh sekitar 1 jam untuk membuatnya, sedangkan tradisional membutuhkan waktu sekitar 5 jam.

"Perlahan-lahan kami mulai produksi cskalang fufu menggunakan asap cair. Karena bisa lebih higienis dan tahan lama. Bisa sampai seminggu tahannya, ungkapnya.

Saat ini dia bersyukur karena pemerintah telah memberikan perhatian lebih kepada UMKM sepertinya. Karena dengan begitu bisa lebih berkembang. "Dari Dinas Kelautan dan Perikanan serta di Dinas Perindustrian dan Perdagangan memberikan perhatian lebih agar kamk lebih maju," katanya

Fadli anak dari Sarce Kasim mengungkapkan selain dilakukan pemasaran langsung, dia juga memanfaatkan online untuk memasarkan produknya seperti tokopedia, shope, buka lapak, blanja.com. "hasilnya lumayan sekitar 30 persen dari penjualan berasal dari online. Terutama untuk produk olah ikan," ungkapnya.

Pemesan dari online berasal dari Jakarta maupun kota lainnya di Pulau Jawa. "Saya akan kembangkan terus pasar di online," katanya.

Penulis: Herviansyah
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved