Pecat ASN Mantan Napi

Mantan Narapidana, 8 ASN di Boltim Diberhentikan Sementara

Delapan Aparatur Sipil Negara di Bolaang Mongondow Timur, diberhentikan sementara.

Mantan Narapidana, 8 ASN di Boltim Diberhentikan Sementara
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
PNS Boltim sedang mengikuti apel di halaman kantor Bupati Boltim 

Laporan wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -  Delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bolaang Mongondow Timur, diberhentikan sementara. 

"Yah memang ke delapan ASN sudah melaksanakan hukuman sesuai dengan pelanggaran. Sekarang mereka dihentikan, karena melanggar pasal 87 ayat 4 poin b undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, selain itu peraturan pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS," ujar Robi Mamonto, Jumat (11/1).

Kata dia, kedelapan ASN mantan Napi yakni SU, SM dan JG tersangkut kasus korupsi dana makan minum DPRD Bolaang Mongondow Timur 2011, selanjutnya HD kasus rumah tinggal layak huni (RTLH) Boltim 2012.

Selanjutnya, MP dan IL kasus tunjangan pendapatan pemerintah desa (TPAPD) Boltim 2010, sedangkan DL terlibat kasus perekrutan calon pengawai negeri sipil (CPNS) 2010. Terakhir MM kasus Plaza Limboto, Gorontalo.

Kedelapan ASN tersebut sekarang telah diberhentikan sementara gaji serta tunjangan sejak Agustus 2017.

"Mereka menunggu keputusan pejabat yang berwewenang. Untuk empat C ada 2 orang jadi wewenang Presiden, empat A dan B wewenang Gubernur ada 4 orang sedangkan tiga C berjumlah 2 orang wewenang Bupati," ujar dia.

Tambahnya, selain delapan orang di atas ada pula dua PNS dicepat tahun 2017, karena tidak disiplin serta 17 ASN gajinya ditahan.

"Dua PNS yang dipecat karena tidak masuk kerja lebih dari 46 hari serta tanpa keterangan. Mereka melanggar Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sekretaris Daerah Muhammad Assagaf mengatakan, tindakan yang dilakukan sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

"Jadi PNS harus benar-benar memahami tugas dan kewajiban menjadi seorang pegawai negeri. Agar tidak ditindak," ujar Assagaf.

Tambahnya, ke delapan ASN yang bermasalah masih menunggu hasil keputusan dari provinsi dan pusat.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help