Didemo FPI, Facebook Tetap akan Hapus Konten yang Menyerukan Ujaran Kebencian

Facebook ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita .

Didemo FPI, Facebook Tetap akan Hapus Konten yang Menyerukan Ujaran Kebencian
Tribunnews/Jeprima
Massa FPI saat melakukan aksi demo di depan kantor Facebook Indonesia, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018). Massa meminta penjelasan Facebook terkait pemblokiran akun yang dialami mereka. 

Bila sikap semena-mena dan tidak adil kembali ditunjukkan, maka massa umat Islam akan datang kembali ke kantor Facebook dengan jumlah yang lebih besar.

Berpeci Putih
Satuan Pengamanan (Satpam) gedung Capital Place di Jalan Raya Gatot Subroto mengenakan peci putih saat menghadapi peserta aksi 121.

Padahal, sekitar pukul 14.20 WIB, ratusan Satpam belum mengenakan peci putih tetapi menggunakan topi yang merupakan seragam kesatuannya.

Dalam agenda aksi 121, peserta aksi terlebih dahulu melakukan salat Jumat di Masjid Al-Azhar di Blok M, Jakarta Selatan.

Humas Presidium Alumni 212, Novel Chaidir Bamukmin, membandingkan dengan sejumlah akun yang mengunggah lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT), komunis, hingga penistaan agama yang dibiarkan eksis.

"Justru akun LGBT, komunis, zina penista agama didukung. Sementara setiap profile (Alumni) 212, FPI, MCA (Muslim Cyber Army), bendera tauhid, foto Habib Rizieq, dan masih banyak langsung blokir," tutur Novel.

Padahal kata dia, akun media sosial yang diblokir itu merupakan akun dakwah dan akun bermuatan aksi kemanusiaan untuk penggalangan bantuan saat terjadi bencana alam.

"Yang masyarakat perlu yang kita memang terdepan membantu masyarakat, membantu ketika ada bencana alam dan musibah," kata dia.

Beberapa perwakilan peserta aksi 121 diberikan kesempatan pihak Facebook Indonesia melakukan pembicaraan secara khusus di salah satu ruang kantor Facebook, gedung Capital Place, Gatot Subroto.

Dari beberapa perwakilan peserta aksi 121 tersebut mamasuki gedung sekitar pukul 15.00 WIB dan terdapat pengacara sekaligus penasihat Alumni Presedium 212, Eggi Sudjana.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help