6 Mitos tentang Bir yang Ternyata Keliru

Sejalan dengan masyurnya bir, ternyata banyak pemahaman atau bahkan mitos tentang minuman ini yang ternyata keliru.

6 Mitos tentang Bir yang Ternyata Keliru
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Topik ini telah lama menjadi perdebatan. Namun perlu ditegaskan, ragi bukanlah bahan utama pembuat bir. Ragi hanya digunakan sebagai katalis dalam proses pembuatan bir.

Tak bisa dibantah, ragi memang merupakan bagian penting dari proses pembuatan bir.

Ragi membantu mengonversi gula menjadi alkohol, dan juga memunculkan cita rasa buah, dan warna keemasan khas bir.

Tetapi, ragi disaring keluar setelah proses fermentasi, dan karena alasan inilah ragi tidak dapat dianggap sebagai bahan utama bir.

Kebanyakan bir terbuat dari biji gandum dan hop. Biji gandum ini yang membentuk gula dan enzim yang memecah protein dengan bantuan ragi. 

Sementa hop, yang juga dikenal dengan nama humulus lupulus, digunakan bahan pemberi rasa dan yang menjaga cita rasa bir, untuk menambah rasa pahit dan asam.

6. Bikin anggur jauh lebih rumit

Wine vs Bir
Wine vs Bir ()

Jangan salah. Pembuatan bir ternyata rumit dan tidak sesederhana campuran kandungan biji gandum, hop, dan air saja.

Sama seperti anggur, ada banyak variabel yang dapat mempengaruhi rasa para bir.

Mulai dari sumber air, tanah, dan iklim di lokasi produksi bir, semuanya memengaruhi rasa dan aroma dari produk bir.

Jadi yakinlah, proses yang diperlukan untuk menciptakan sebuah bir bercita rasa tinggi terbilang rumit dan dapat dibilang setara dengan rumitnya pembuatan anggur. 

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help