Pdt Belly: Ketika Ingin Menjadi Dokter Tuhan Mempercayakan Saya Jadi Pendeta

Manusia selalu memiliki rencana, memimpikan sesuatu yang terbaik sudah jadi sikap dasar semua orang.

Pdt Belly: Ketika Ingin Menjadi Dokter Tuhan Mempercayakan Saya Jadi Pendeta
IST
Pdt Belly F Pangemanan MTh. 

Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Manusia selalu memiliki rencana, memimpikan sesuatu yang terbaik sudah jadi sikap dasar semua orang. Bercita-cita juga menjadi harapan setiap orang agar terwujud.

"Seperti saya, memiliki keinginan menjadi dokter sudah sejak dini ada pada diri saya. Keinginan menjadi dokter baerawal saat saya sering sakit dan masuk keluar rumah sakit serta memerlukan perawatan insentif," ucap Pdt  Belly F Pangemanan MTh.

Hal ini membuat ia merasakan beratnya menjadi orang sakit. Membutuhkan banyak biaya serta menghabiskan banyak waktu untuk berobat. Pdt Belly pun berkerinduan menjadi dokter, membantu dan mengobati orang sampai sembuh dari sakit.

Namun itulah manusia, ia hanya bisa berencana Tuhan yang menentukan. "Tuhan menuntun saya menjadi seorang Pendeta, dimana saya dituntut menjadi pelayan Tuhan yang baik dan mampu memberikan berbagai kebenaran Firman," katanya.

Ia  sadari tugas tersebut sangat berat, tapi  yakin Tuhan yang menentukan dan memilihkannya untuknya pasti Dia permudahkan.

Awalnya setelah menamatkan pendidikan Teologi Pdt Belly tidak langsung jadi pendeta tapi mengabdikan diri dulu sebagai honorer di SMP Kristen Kembes.

"Setelah itu baru saya mendaftarkan diri sebagai Pendeta. Berbagai proses saya lalui sampai saat ini sudah menyelesaikan studi S2 di Pasca Sarjana UKIT dan saat ini bertugas sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Efrata Ratatotok," kata dia.

Menjadi Hamba Tuhan bukanlah pekerjaan yang mudah. "Seperti mengutip pernyataan Plato "siapakah yang senang kalu harus melayani orang?". Melayani memang membutuhkan keseriusan dan komitmen. Sebab yang dilayani bukanlah benda mati namun manusia yang berpikir dan berperasaan," ujar dia tersenyum.

Sehingga sikap menghamba seperti Kristus sangat diperlukan. Walau berat namun tugas ini mulia. Kita akan menemui berbagai manusia, dengan karakternya.

Namun pelayanan tak harus berhenti tak kala ada tantangan. Kristus meneruskan pelayanan ini kepada gereja, dan gereja melalui hamba hambaNya meneruskan pekerjaanNya ini.

Bisa saja dalam ketaatan melayani ada ungkapan 'Seribu kebaikanmu akan dilupakan orang dan satu kesalahan mu akan diingat orang' tapi saat kita menyadari kita melakukannya untuk Tuhan. Itulah sukacita kita. Karena kita tahu bahaw kita tidak bekerja untuk diri sendiri dan tidak pula bekerja seorang diri.

"Sedikit kisah hidup saya di atas menceritakan betapa besar kasih karunia Tuhan. Saya yang bercita-cita menjadi dokter justru diberikab kepercayaan menjadi Pendeta. Berat ketika awal saya menerima tugas ini, namun Tuhan memberikan tuga dan saya yakinu pasti akan dimudahkan. Sebab rancangan dan rencana Tuhan terbaik dari segalanya," kata dia menutup perbincangan.

Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved