TribunManado/

Pasar Obligasi Amerika Serikat Terpukul, China Ingatkan, Beijing Merupakan Bankir Negeri Paman Sam

China memegang sekitar 1,2 triliun dollar ASutang AS-lebih banyak daripada negara manapun

Pasar Obligasi Amerika Serikat Terpukul, China Ingatkan, Beijing Merupakan Bankir Negeri Paman Sam
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi dollar AS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Surat utang Amerika Serikat (AS) dilanda aksi jual besar-besaran pada transaksi Rabu (10/1/2017).

Ini merupakan hal yang ingin diingatkan China kepada AS.

Pasar obligasi AS terpukul menyusul laporan Bloomberg News yang mengutip sumber anonim bahwa salah satu pejabat Beijing telah memberikan rekomendasi China, untuk mengurangi atau menunda pembelian surat utang AS.

Mengingatkan saja, China merupakan pemegang terbesar surat utang AS.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (12/1/2018), guncangan juga dialami pasar saham AS pada Rabu. Setelah mencatatkan kenaikan selama enam hari beruntun, Wall Street ditutup di zona negatif.

Sementara itu, tingkat yield surat utang AS mulai mendaki di mana yield untuk surat utang AS bertenor 10 tahun mencapai 2,579 persen. Ini merupakan level tertinggi sejak 15 Maret lalu. Tingkat yield obligasi akan naik jika harga obligasi tertekan.

Regulator valuta asing China secara terbuka membantah laporan Bloomberg pada Kamis, dengan mengatakan bahwa mereka mengutip "informasi palsu". Tapi sentakan ke pasar dinilai telah dirancang sebagai peringatan ke Washington, yang bentrok dengan China mengenai perdagangan dan isu lainnya.

Pesan politik

Melansir data CNBC, China memegang sekitar 1,2 triliun dollar ASutang AS-lebih banyak daripada negara manapun.

Saat membeli obligasi AS, secara efektif China meminjamkan uang ke Amerika Serikat.

Halaman
12
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help