Berkas Lengkap, Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan RS Ratumbuysang Segera Disidangkan

Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr VL Ratumbuysang tahun 2015 segera bergulir Pengadilan Tipikor Manado.

Berkas Lengkap, Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan RS Ratumbuysang Segera Disidangkan
TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA
Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan RSJ Ratumbuysan dibawa ke Rutan Malendeng, Jumatg (12/1/2018) 

Laporan wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO —Kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr VL Ratumbuysang tahun 2015 segera bergulir di Pengadilan Tipikor Manado.

Ini akan terjadi setelah Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang dipimpin Bobby Ruswin SH MH, menyerahkan para tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri Manado, Jumat (12/1/2017).

‘’Penyerahan tersangka dilakukan setelah JPU pada Kejaksaan Tinggi Sulut menyatakan perkara tersebut telah lengkap atau terpenuhi syarat formil serta materiilnya dan di P-21,’’ kata Yoni Mallaka, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulawesi Utara.

Yoni ikut memantau langsung penyerahan tersangka dan barang bukti di Kejari Manado. Tiga orang tersangka, yakni mantan Kepala RSJ Dr VL Ratumbuysang tahun 2015-2016 Jermina Tampemawa, PPTK Vanda Jocom, dan Direktur PT Liando Beton Indonesia David Liando sebagai kontraktor langsung dibawa ke rumah tahanan Malendeng sekitar pukul 14.30 Wita.

Ketiga tersangka duduk dalam satu mobil. David duduk di bagian paling belakang, sementara Jermina dan Vanda duduk dikursi tengah mobil.

‘’Perbuatan tersangka telah menyebabkan Negara dirugikan sebesar Rp 3,34 Miliar. Mereka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam pekerjaan pembangunan rumah sakit tahun 2015 dengan anggaran keseluruhan mencapai Rp 18 Miliar,’’ jelas Mallaka.

Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Jo Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

‘’Penahanan terhadap dua tersangka yakni Jermina dan David dilakukan selama 20 hari dalam rumah tahanan Manado sejak 12 -31 Januari 2018. Khusus tersangka Vanda selaku PPTK tak dilakukan penahanan karena sementara di rumah tahanan Manado dalam perkara lain,’’ tegas Mallaka.

Reinald Pangaila, kuasa hukum Jermina dan Vanda mengatakan, kliennya sangat kooperatif selama pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Rumah Sakit RSJ Dr VL Ratumbuysang, dan siap mengikuti proses persidangan di Pengadilan Tipikor Manado.

‘’Klien kami siap untuk mengikuti seluruh proses hukum, termasuk di Pengadilan nanti,’’ tukasnya

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help